Month: May 2022

Month: May 2022

Cara Budidaya Tanaman Jahe Lengkap

Cara Budidaya Tanaman Jahe Lengkap

Jisku – Cara Budidaya Tanaman Jahe Lengkap – Budidaya Petani. Tanaman jahe sudah terkenal sebagai bahan obat & penghangat. Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) & lain-lain. Beriykut adalah Cara Budidaya tanaman Jahe.

  1. SEJARAH SINGKAT

Jahe berasal dari Asia Pasifik yg tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yg pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak & obat-obatan tradisional. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa & Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

  1. URAIAN TANAMAN JAHE

2.1 Klasifikasi

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub-divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledoneae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae
  • Genus : Zingiber
  • Species : Zingiber officinale

2.2 Deskripsi.

Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ; tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5 – 10 mm, & tidak berbulu; seludang agak berbulu. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur yg sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm; daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 – 15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2

Baca juga: Cara budidaya anggrek

2.3 Jenis Tanaman

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk & warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

  1. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak : Rimpangnya lebih besar & gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
  2. Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit : Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok utk ramuan obat-obatan, atau utk diekstrak oleoresin & minyak atsirinya.
  3. Jahe merah : Rimpangnya berwarna merah & lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, & juga memiliki kandungan minyak atsiri yg sama dengan jahe kecil, sehingga cocok utk ramuan obat-obatan.
  1. MANFAAT TANAMAN

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma & rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula & berbagai.minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng & sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk & awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri & koresin yg diperoleh dengan cara penyulingan yg berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis & lain-lain.

Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba & parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung & getah empedu.

  1. SENTRA PENANAMAN

Terdapat di seluruh Indonesia, ditanam di kebun & di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.

  1. SYARAT PERTUMBUHAN
  1. Iklim
    1. Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.
    2. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yg terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari.
    3. Suhu udara optimum utk budidaya tanaman jahe antara 20-35°C.
  2. Media Tanam
    1. Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yg subur, gembur & banyak mengandung humus.
    2. Tekstur tanah yg baik adalah lempung berpasir, liat berpasir & tanah laterik.
    3. Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum utk jahe gajah adalah 6,8-7,0.
  3. Ketinggian Tempat
    1. Jahe tumbuh baik di daerah tropis & subtropis dengan ketinggian 0-2.000 m dpl..
    2. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 – 600 m dpl.
  1. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan Jahe

  1. Persyaratan Bibit Jahe : Bibit berkualitas adalah bibit yg memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yg tinggi), & mutu fisik. yg dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yg bebas hama & penyakit. Oleh karena itu kriteria yg harus dipenuhi antara lain:
    1. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
    2. Dipilih bahan bibit dari tanaman yg sudah tua (berumur 9-10 bulan).
    3. Dipilih pula dari tanaman yg sehat & kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
  2. Teknik Penyemaian Bibit : utk pertumbuhan tanaman yg serentak atau seragam, bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan.
    1. Penyemaian pada peti kayu : Rimpang jahe yg baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida & zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yg paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.
    2. Penyemaian pada bedengan : Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m utk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, & di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari & sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah..Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan & setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & beratnya 40-60 gram.
    3. Penyiapan Bibit Jahe : Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung & dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.

6.2. Pengolahan Media Tanam

Baca juga: Cara menanam hidroponik

  1. Persiapan Lahan : utk mendapatkan hasil panen yg optimal harus diperhatikan syarat-syarat tumbuh yg dibutuhkan tanaman jahe. Bila keasaman tanah yg ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yg dibutuhkan tanaman jahe, maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur.
  2. Pembukaan Lahan : Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan utk mendapatkan kondisi tanah yg gembur atau remah & membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit & hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yg kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam & sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg.
  3. Pembentukan Bedengan : Pada daerah-daerah yg kondisi air tanahnya jelek & sekaligus utk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
  4. Pengapuran : Pada tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, Terutama fosfor (p) & calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. Kondisi tanah yg masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp & pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yg sangat diperlukan tanaman utk mengeraskan bagian tanaman yg berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah & merangsang pembentukan biji.
    1. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha.
    2. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha.
    3. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.

6.3. Teknik Penanaman Jahe

  1. Penentuan Pola Tanaman : Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional, karena mampu memberikan produksi & produksi tinggi. Namun di daerah, pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
    1. Mengurangi kerugian yg disebabkan naik turunnya harga.
    2. Menekan biaya kerja, seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.
    3. Meningkatkan produktivitas lahan.
    4. Memperbaiki sifat fisik & mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). Praktek di lapangan, ada jahe yg ditumpangsarikan dengan sayur-sayuran, seperti ketimun, bawang merah, cabe rawit, buncis & lain-lain. Ada juga yg ditumpangsarikan dengan palawija, seperti jagung, kacang tanah & beberapa kacang-kacangan lainnya.
  2. Pembutan Lubang Tanam : utk menghindari pertumbuhan jahe yg jelek, karena kondisi air tanah yg buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm utk menanam bibit.
  3. Cara Penanaman : Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yg sudah disiapkan.
  4. Perioda Tanam : Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September & Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

  1. Penyulaman : Sekitar 2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan utk melihat rimpang yg mati. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yg baik serta pemeliharaan yg benar.
  2. Penyiangan : Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yg tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar..
  3. Pembubunan : Tanaman jahe memerlukan tanah yg peredaran udara & air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan utk menimbun rimpang jahe yg kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam & diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan & sekaligus terbentuk sistem pengairan yg berfungsi utk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yg terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah & banyaknya hujan.
  4. Pemupukan :
    1. Pemupukan Organik : Pada pertanian organik yg tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan & obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yg ditebar & dicampur tanah olahan. utk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, & 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & bersamaan dengan kegiatan pembubunan.
    2. Pemupukan Konvensional : Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yg digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang & pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yg berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) & sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan & 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
  5. Pengairan & Penyiraman : Tanaman Jahe tidak memerlukan air yg terlalu banyak utk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September;
  6. Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yg utk disemai & pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitamin-vitamin yg mendorong pertumbuhan jahe.
  1. HAMA & PENYAKIT

7.1. Hama Tanaman Jahe

Hama yg dijumpai pada tanaman jahe adalah:

  1. Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang.
  2. Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering & mati.
  3. Kumbang.

7.2. Penyakit Tanaman Jahe

  1. Penyakit layu bakeri
    • Gejala: Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat & menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning & mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk & akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yg sakit itu berwarna gelap & sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan & yg paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yg dingin, genangan air & kondisi tanah yg terlalu lembab.
    • Pengendalian:
      • jaminan kesehatan bibit jahe;
      • karantina tanaman jahe yg terkena penyakit;
      • pengendalian dengan pengolahan tanah yg baik;
      • pengendalian fungisida dithane M-45 (0,25%), Bavistin (0,25%)
  2. Penyakit busuk rimpang
    • Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya. Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C & terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk.
    • Gejala: Daun bagian bawah yg berubah menjadi kuning lalu layu & akhirnya tanaman mati.
    • Pengendalian:.
      • penggunaan bibit yg sehat;
      • penerapan pola tanam yg baik;
      • penggunaan fungisida.
  3. Penyakit bercak daun
    • Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka.
    • Gejala: Pada daun yg bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak-bercak itu berwarna abu-abu & ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yg terserang bisa mati.
    • Pengendalian: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yg dijelaskan di atas.

7.3. Gulma

Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, & gulma berdaun lebar lainnya.

7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik

Dalam pertanian organik yg tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yg ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman utk menghindari serangan hama & penyakit tersebut yg dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yg komponennya adalah sbb:

  1. Mengusahakan pertumbuhan tanaman yg sehat yaitu memilih bibit unggul yg sehat bebas dari hama & penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
  2. Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
  3. Menggunakan varietas-varietas unggul yg tahan terhadap serangan hama & penyakit.
  4. Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.
  5. Menggunakan teknik-teknik budidaya yg baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yg saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya utk memutuskan siklus penyebaran hama & penyakit potensial.
  6. Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yg ramah lingkungan & tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yg dipanen ma maupun pada tanah. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yg diperoleh dari hasil pengamatan.

Beberapa tanaman yg dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati & digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:.

  1. Tembakau (Nicotiana tabacum) yg mengandung nikotin utk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi utk serangga kecil misalnya Aphids.
  2. Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yg mengandung piretrin yg dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yg menyerang urat syaraf pusat yg aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, & lalat buah.
  3. Tuba (Derris elliptica & Derris malaccensis) yg mengandung rotenone utk insektisida kontak yg diformulasikan dalam bentuk hembusan dan
    semprotan.
  4. Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yg mengandung azadirachtin yg bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng & serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif utk menanggulangi serangan virus RSV, GSV & Tungro.
  5. Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yg bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yg dapat digunakan sebagai insektisida & larvasida.
  6. Jeringau (Acorus calamus) yg rimpangnya mengandung komponen utama asaron & biasanya digunakan utk racun serangga & pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.
  1. PANEN
  1. Ciri & Umur Panen Jahe: Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan utk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang & sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe utk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yg sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning & batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan & akan berlangsung selama 15 hari atau lebih.
  2. Cara Panen : Cara panen yg baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah & kotoran lainnya yg menempel pada rimpang dibersihkan & bila perlu dicuci. Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab & penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar.
  3. Periode Panen. : Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang & menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya.
  4. Perkiraan Hasil Panen : Produksi rimpang segar utk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan utk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.
  1. PASCAPANEN
  1. Penyortiran Basah & Pencucian : Sortasi pada bahan segar dilakukan utk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, & gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran & tempatkan dalam wadah plastik utk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya & jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yg terlalu lama agar kualitas & senyawa aktif yg terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran & banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yg belubang-lubang agar sisa air cucian yg tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
  2. Perajangan : Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel & alasi bahan yg akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya & taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong.
  3. Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 – 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yg lembab & dari bahan-bahan disekitarnya yg bisa mengkontaminasi..Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 ° C – 60 ° C. Rimpang yg akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven & pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yg dihasilkan
  4. Penyortiran Kering. : Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yg telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).
  5. Pengemasan : Setelah bersih, rimpang yg kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yg bersih & kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yg jelas pada wadah tersebut, yg menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih & metode penyimpanannya.
  6. Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab & suhu tidak melebihi 30 ° C & gudang harus memiliki ventilasi baik & lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yg menurunkan kualitas bahan yg bersangkutan, memiliki penerangan yg cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih & terbebas dari hama gudang.

Demikian artikel tentang Cara Budidaya Tanaman Jahe, semoga bermanfaat.

Cara Budidaya Anggrek Lengkap

Cara Budidaya Anggrek Lengkap

Cabe hias – Cara Budidaya Bunga Anggrek ~ Budidaya Petani. Bagi anda yang ingin menanam tanaman anggrek berikut ini tekniknya yang mungkin dapat menjadi tambahan referensi anda!!

  1. SEJARAH SINGKAT

Anggrek mrp tanaman bunga hias b’upa benalu yg bunganya indah. Anggrek  sdh  dikenal sejak 200 tahun lalu & sejak 50 tahun t’akhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia.

  1. JENIS TANAMAN

Jenis anggrek yg t’dapat di Indonesia t’masuk jenis yg indah antara lain: Vanda tricolor t’dapat di Jawa Barat & di Kaliurang, Vanda hookeriana, b’warna ungu b’bintik-bintik b’asal dr Sumatera, anggrek larat/Dendrobium phalaenopis, anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis, anggrek Apple Blossom, anggrek Paphiopedilun praestans yg b’asal dr Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yg b’asal dr Jawa Tengah. Tanaman anggrek dpt dibedakan b’dasarkan sifat hidupnya, yaitu:

  1. Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yg menupang pada batang/pohon lain tetapi tdk merusak/merugikan yg ditumpangi. Alat yg dipakai utk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yg fungsinya utk mencari makanan adalah akar udara.
  2. Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yg menempel pada pohon/tanaman lain yg tdk merusak yg ditumpangi, hanya akar lekatnya juga b’fungsi spt akar udara yaitu utk mencari makanan utk b’kembang.
  3. Anggrek tanah/anggrek t’restris adalah jenis anggrek yg hidup di atas tanah.
  1. MANFAAT TANAMAN

Manfaat utama tanaman ini adalah sbg tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan, baunya yg khas. Selain itu anggrek b’manfaat sbg campuran ramuan obat-obatan, bahan minyak wangi/minyak rambut.

  1. SENTRA PENANAMAN

Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris, sedangkan di Asia adalah Muangthai. Di Indonesia, anggrek banyak t’dapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra ataupun di Irian Jaya.

  1. SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim

  1. Angin tdk & curah hujan t’lalu b’pengaruh t’hadap pertumbuhan tanaman anggrek.
  2. Sinar matahari sgt dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. Kebutuhan cahaya b’beda-beda t’gantung pada jenis tanaman anggrek.
  3. Suhu minimum utk pertumbuhan anggrek adalah 12,7 derajat C. Jika suhu udara malam b’ada di bawah 12,7 derajat C, maka daerah t’sebut tdk dianjurkan utk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng).
  4. Tanaman anggrek tdk cocok dlm suasana basah t’us menerus, akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %.

5.2. Media Tanam

Terdapat 3 jenis media utk tanaman anggrek, yaitu:

  1. Media utk anggrek Ephytis & Semi Ephytis t’diri dari:
    1. Serat Pakis yg tlah digodok.
    2. 2. Kulit kayu yg dibuang getahnya.
    3. Serabut kelapa yg tlah direndam air selama 2 minggu.
    4. Ijuk.
    5. Potongan batang pohon enau.
    6. Arang kayu .
    7. Pecahan genting/batu bata.
    8. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman & akarnya. utk anggrek Semi Epirit yg akarnya menempel pada media utk mencari makanan, perlu diberi makanan tambahan spt kompos, pupuk kandang/daun-daunan.
  2. Media utk anggrek t’restria : Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, darah binatang, serat pakis & lainnya.
  3. Media utk anggrek semi t’restria : Bahan utk media anggrek ini perlu pecahan genteng yg agak besar, ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. Dipakai media pecahan genting, serabut kayu, serat pakis & lainnya. Derajat keasaman air tanah yg dipakai adalah 5,2.

Baca juga: cara menanam sayur hidroponik

5.3. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yg cocok bagi budidaya tanaman ini dpt dibedakan menjadi 3 macam yaitu:

  1. Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) : Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari, 21 derajat C pada malam hari, dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. Contoh jenis anggrek ini adalah:
    1. Dendrobium phalaenopsis
    2. Onchidium Papillo
    3. Phaphilopedillum Bellatum
  2. Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) : Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C & 15–21 derajat C,pada malam hari, dengan ketinggian 150-1500 m dpl.
  3. Anggrek dingin (lebih dr 1500 m dpl) : Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia, tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari & 9–15 derajat C pada malam hari, dengan ketinggian = 1500 m dpl. Contoh: anggrek jenis Cymbidium.
  1. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan

  1. Persyaratan Bibit : Bibit anggrek yg baik, sehat & unggul mempunyai beberapa ciri, yaitu: bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat & indah.
  2. Penyebaran Biji : Bibit anggrek b’asal dr biji yg disemaikan. Adapun penyebaran biji anggrek sbg b’ikut:
    1. Peralatan yg digunakan utk penyebaran biji harus b’sih.
    2. Mensterilkan biji : Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dlm 100 cc air kemudian saring kertas filter, dimasukkan ke dlm botol. Biji dimasukan dlm botol & digojog 10 menit. (biji anggrek yg semula kuning kecoklatan b’ubah warna menjadi kehijauan). Kemudian air dibuang & diganti dengan aquades, digojog b’ulang kali (2–3 kali).
    3. Penyebaran biji anggrek : Botol-botol yg tlah disterilkan dpt digunakan utk menyebaran biji anggrek. Sebelum botol dibuka, leher botol dipanaskan di atas lampu spritus utk menghilangkan kuman. utk memasukan biji anggrek ke dlm botol digunakan pipet yg dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. Botol yg tlah t’buka kemudian diisi biji anggrek & diratakan keseluruh permukaan alas makanan yg tlah disediakan. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali.
  3. Teknik Penyemaian Benih :
    1. Memeriksaan dengan mikroskop, baik atau tidaknya biji anggrek, yg kosong b’warna putih & yg isi kuning coklat/warna lain.
    2. Mempersiapkan botol yg b’mulut lebar b’sih & tdk b’warna agar dpt meneruskan cahaya matahari yg dibutuhkan & mudah dilihat.
    3. Tutup botol dr kapas digulung-gulung sampai keras, ujung diikat tali utk memudahkan dicopot kembali, atau kain sisa yg dipotong potong. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tdk masuk sehingga tdk t’infeksi atau t’kontaminasi.
    4. Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yg b’sih dr bakteri/jamur dengan kain yg  sdh  dicelup formalin udara dlm lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas).
    5. Pembuatan sterilsasi alas makanan & utk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu:
      1. Ca(NO3)2H2O : 1,00 gram
      2. KH2PO4 : 0,25 gram
      3. MgSO47H2O : 0,25 gram
      4. (NH4)2SO4 : 0,25 gram
      5. Saccharose : 20 gram
      6. FeSO4 4H2O : 0,25 gram
      7. MnSO4 : 0,0075 gram
      8. Agar-agar : 15–17,5 gram
      9. Aquadest : 1000 cc
  • Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5,2, dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dlm Autoclaf yg sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat b’sih, dengan posisi miring, sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) & didiamkan selama 5–7 jam utk mengetahui sterilisasi yg sempurna.

                        Pemindahan Bibit : Setelah tanaman di dlm botol b’umur 9–12 bulan t’lihat besar, tumbuh akar. dlm tingkat ini bibit  sdh  dpt dipindahkan kedalam pot penyemaian yg b’diameter 7 cm, 12 cm atau 16 cm yg b’lubang. Siapkan pecahan genting, & akar pakis warna coklat, di potong dengan panjang 5–30 mm sehingga serabutnya t’lepas satu sama lainnya. Sebelum dipakai t’lebih dulu dicuci b’sih & biarkan airnya hilang. Akar pakis setelah dicuci, direndam dulu dlm alas makanan selama 24 jam yg b’upa:

                        Urea atau ZA : 0,50 mg

                        DS, TS atau ES : 0,25 mg

                        Kalium sulfat atau K2SO4 : 0,25 mg

                        Air : 1000 cc

o    Alaternatif lain sbg alas makanan, dpt juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N, P, K perbandingan 60:30:10 atau dpt juga digunakan pupuk kandang yg tlah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. Selain itu dpt digunakan kulit Pinus yg di potong kecil sebesar biji kacang tanah, yg tlah direndam dlm alas makanan spt akar pakis selama 24 jam. utk isian pot ini dpt juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yg dipotong-potong sebesar ibu jari. Pot yg disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah, kemudian isi remukan pakis t’sebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan). Pemindahan bibit ke dlm pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air b’sih ke dlm botol. Dengan kawat b’sih b’ujung spt huruf U, tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air b’sih. Seedlings (semaian) ditanam dlm pot dengan rapat. Apabila di dlm botol  sdh  t’jadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dlm antibiotic (penicillin, streptomycin yg tlah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam.

Baca juga: cara menanam buah naga dalam pot

                        Pemindahan dr Pot Penyemaian : Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi, maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yg b’diamater 4–6 cm, yg b’isi potongan genting/batu bata merah, kemudian b’i pakis/kulit pinus yg tlah direndam dlm alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot.

6.2. Pengolahan Media Tanam

Media tanam utk tanaman anggrek tanah dibedakan:

  1. Tanaman dlm pot (dengan diameter 7-30 cm t’gantung dr jenis tanaman). Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot, kemudian pot diisi pecahan genting. Anggrek di letakkan di tengah & akarnya disebar merata dlm pot, kemudian batang anggrek diikat pada tiang. Pot diisi pupuk kandang yg tlah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dr pot.
  2. Media tanam dlm tanah dengan sistim bak-bak tanam. Bak t’buat dr batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm & tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Pembuatan bak ini di atas tanah utk menghindari dr kebecekan, di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m & jarak antara pembantas dengan yg lain 3 cm. Tiang penahan dibuat 4 buah yg ditancapkan ke dlm tanah dengan ketinggian masing-masing 1,5 m. Antara tiang satu dengan yg lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang t’sebut mrp suatu rangkaian.

6.3. Teknik Penanaman

Penanaman tanaman anggrek, disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek, yaitu:

  1. Anggrek Ephytis adalah anggrek yg menupang pada batang/pohon lain tetapi tdk merusak/merugikan yg ditumpangi atau ditempelin. Alat yg dipakai utk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yg fungsinya utk mencari makanan adalah akar udara.
  2. Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yg menempel pada pohon/tanaman lain yg tdk merusak yg ditempel, hanya akar lekatnya juga b’fungsi spt akar udara yaitu utk mencari makanan utk b’kembang.
  3. Anggrek tanah/anggrek t’restris.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

  1. Penjarangan & Penyulaman : Penjarangan & penyulaman dilakukan pada tempat yg disesuaikan dengan jenis anggrek, yg sifatnya epphytis atau anggrek tanah.
  2. Penyiangan : utk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dlm botol kemudian dipisahkan ke dlm pot-pot yg  sdh  disediakan sesuai jenis anggrek.
  3. Pemupukan : Unsur makro yaitu unsur yg diperlukan dlm jumlah besar yg meliputi: C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg. utk unsur mikro yaitu unsur yg dibutuhkan dlm jumlah yg sedikit, antara lain: Cu, Zn, Mo, Mn, V, Sc, B, Si, dst. Unsur makro & unsur mikro dpt diambil dr udara atau dr tanah, b’upa gas atau air & garam-garam yg t’larut di dalamnya. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dlm 3 tahapan, yaitu:
    1. Pemupukan utk bibit (seedlings) dengan N, P, K. Perbandingan N:P:K=6:3:1. Unsur N lebih banyak dibutuhkan utk pembentukan pertumbuhan & perkembangan tanaman. Unsur N diambil dr pupuk ZA/urea, utk P dipakai pupuk ES; DS; TS, & K dr Kalium Sulfat (K2SO4). Pupuk-pupuk buatan yg mengandung N, P, K:
      1. Urea : 0,6 gram utk 1 liter air
      2. ES : 0,3 gram utk 1 liter air
      3. ZK : 0,1 gram utk 1 liter air
    2. Pemupukan utk ukuran sedang (mid-size) dengan N, P, K. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yg sama banyak disini tdk memerlukan tambahan pupuk, maka dpt dususun sendiri pupuk yg mengandung N, P, K dengan cara misalnya :
      1. Urea : 0,3 gram utk 1 liter air
      2. DS : 0,3 gram utk 1 liter air
      3. K2SO4 : 0,3 gram utk 1 liter air
    3. Pemupukan utk ukuran b’bunga (flowerings-size) : Tanaman yg  sdh  b’bunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. Teknik pemberian pupuk buatan adalah:
      1. Dalam bentuk padat/powder yg dilakukan dengan menaburkan secara hati-hati, jangan t’sangkut pada daun/batangnya yg menyebabkan daun/batang tadi dpt t’bakar.
      2. Disiramkan, yg mana anggrek dpt menyerap air & garam-garam yg t’larut di dalamnya. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana.
      3. Penyemprotan, cara ini sgt baik apabila t’jadi pembusukan akar didalamnya, maka akarnya ditutup plastik.Pupuk kandang yg sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam & lain-lain. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung b’macam-macam unsur yg dibutuhkan oleh tanaman juga sgt membantu dlm penyimpanan air, apalagi pada musim kemarau. Keburukan dr pupuk kandang ini adalah di dlm kotoran banyak bateri yg mengandung jamur. utk itu dianjurkan disangan lebih dahulu utk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5.00 sore.
  4. Pengairan & Penyiraman : Sumber air utk penyiraman tanaman anggrek dpt b’asal dari:
    1. Air Ledeng, baik utk menyiram karena jernih & steril, tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. PH yg baik sekitar 5,6-6.
    2. Air sumur, baik utk menyiram karena banyak mengandung mineral dr tanah yg sgt dibutuhkan oleh tanaman. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya.
    3. Air hujan, yg ditampung didalam tong-tong/bak sgt baik utk menyiraman.
    4. Air kali/air selokan, tetapi kita tdk tahu pasti apakah air itu mengandung jamur, bakteri/lumut yg bisa mengganggu anggrek/tidak. Kalau dilihat dr sudut isi makanan mungkin cukup baik. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dr isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air utk menyiram. Adapun macam isian pot & sifat diuraikan sbg b’kut:
      1. Pecahan genting/pecahan batu merah, yg mana mudah menguapkan air & sifat anggrek yg tdk begitu senang dengan air sehingga tdk mudah utk lumutan. utk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak & utk siraman lebih sedikit.
      2. Potongan sabut kelapa, pemakaian serabut kelapa lebih baik utk digunakan di daerah panas karena menyimpan air, tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tdk menguntungkan karena mudah busuk.
      3. Remukan akar pakis yg hitam, keras & baru tdk mudah utk menyerap air, setelah beberapa bulan banyak menyerap air. Akar pakis yg coklat & lunak lebih mudah menyerap & menahan air.
      4. Potongan kulit pakis, dimana media ini sukar sekali utk penyerapan air, mudah t’jadi penguapan. Jika potongannya besar, penyerapan kecil & jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak. Bagi tanaman yg  sdh  besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan & 1-3 hari sekali pada musim hujan.
  5. Waktu Penyemprotan Pestisida : Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari, lebih baik pada sore hari sekitar jam 5.00. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat, dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. Penyemprotan bagi tanaman anggrek t’serang hama perlu dilakukan b’ulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu t’tentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. Adapun jenis insektisida & dosis yg digunakan utk hama antara lain:
    1. Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air utk ulat pemakan daun
    2. Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air utk ulat pemakan daun
    3. Malathion dosis 3 gram/liter air utk ulat, kumbang, kutu
    4. Kelthane dosis 2 gram/liter air, utk kutu.
    5. Metadeks dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, utk keong & bekicot air
    6. Falidol E.605 dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, utk keong & bekicot air. utk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu:
      1. Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit.
      2. Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter. Kemudian pot tanaman anggrek direndam dlm larutan t’sebut selama beberapa waktu & diulang satu minggu sekali.
  1. HAMA & PENYAKIT

7.1. Hama

  1. Tungau/kutu perisai
    • Gejala: menempel pada pelepah daun; b’warna kemerahan jumlahnya banyak; bekas serangan b’upa b’cak hitam & merusak daun.
    • Pengendalian: digosok dengan kapas & air sabun; apabila serangan  sdh  parah, harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter.
  2. Semut
    • Gejala: merusak akar & tunas muda yg disebabkan oleh cendawan.
    • Pengendalian: pot direndam dlm air & ciptakan lingkungan b’sih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung.
  3. Belelang
    • Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka b’gerigi tak b’aturan. utk jenis belalang b’ukuran kecil, perlu pengamatan cermat.
    • Pengendalian: segera semprotkan insektisida yg b’sifat racun kontak/yang sistematik; bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh.
  4. Trips
    • Gejala: menempel pada buku-buku batang & daun muda; menimbulkan b’cak abu-abu dipermukaan daun & merusak bunga hingga bentuk bunga tdk menarik.
    • Pengendalian: secara periodik & t’atur pot anggrek disemprot insektisida.
  5. Kutu babi
    • Gejala: kerusakan yg ditimbulkan spt akibat semut; tapi tdk menyerang tunas daun.
    • Pengendalian: perendaman dpt mengusir kutu babi dr pot anggrek.
  6. Keong
    • Gejala: menyerang lembaran daun anggrek.
    • Pengendalian: dlm jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi.
  7. Red Spinder
    • Gejala: b’cak putih di bagian bawah daun; permukaan atas menjadi kuning & lama kelamaan daun mati.
    • Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol; apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon, dicofol.
  8. Kumbang
    • Gejala: yg t’serang akan b’lubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya b’upa lubang di tengah batang & tdk nampak dr luar; Larvanya yg menetas dr telur merusak daun anggrek.
    • Pengendalian: menyemprotkan tanaman yg diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin; b’sihkan pot dr kepompong & telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru & media tanam yg baru pula.
  9. Ulat daun
    • Gejala: menyerang daun, kuncup bunga, tunas daun maupun bunga yg sedang mekar.
    • Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dpt dibunuh dengan tangan; bila banyak dpt menggunakan insektisida sistemik; tanaman yg tlah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yg masih sehat.
  10. Kepik
    • Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek, sehingga menyebabkan bintik putih/kuning; tanaman yg diserang lama kelamaan akan gundul & tdk b’hijau daun lagi.
    • Pengendalian: semprotkan insektisida yg sama spt utk membasmi serangga lainnya, spt ulat, kumbang & trips.
  11. Kutu tudung
    • Gejala: daun menjadi kuning, tdk sehat, lalu b’warna coklat & mati.
    • Pengendalian: spt halnya membasmi ulat kumbang & trips.

7.2. Penyakit

  1. Penyakit buluk :
    • Sering t’dapat di dlm media tanam, kultur spora cendawan ini t’bawa oleh biji anggrek karena tutup botol tdk steril.
    • Gejala: biji anggrek tdk mampu b’kecambah & persemaian dlm botol akan gagal; kecambah yg tlah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu.
    • Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dr botol, lalu botol ditutup kembali, dilakukan dengan steriil; kalau kecambah anggrek t’lanjur besar, segera dikeluarkan dr botol & dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dlm pot.
  2. Penyakit rebah kecambah :
    • Merupakan penyakit anggrek selama masih dlm persemaian. Penyebaran penyakit ini lewat air.
    • Gejala: semula b’upa b’cak kecil bening pada permukaan daun, lalu melebar, menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar, kecambah anggrek akan membusuk & mati.
    • Pengendalian: bibit yg sakit sebaiknya segera dibuang, dibakar sampai musnah. Pot & kumpulan kecambah dikeringkan & disemprot dengan fungisida.
  3. Penyakit b’cak coklat
    • Kecambah jenis Phalae-nopsis sgt peka t’hadap bakteri ini, t’utama pada cuaca sgt lembab. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. Sentuhan daun yg sakit pada daun sehat dpt menularkan penyakit ini.
    • Gejala: b’cak kecil bening pada pucuk daun. dlm beberapa hari dpt meluas ke seluruh kompot, daun kecambah anggrek menjadi rusak & mati. Penyakit ini sgt ganas, karena mematikan & cepat menular.
    • Pengendalian: sgt sulit penyakit ini pada awal serangan. Pada serangan yg parah, tdk ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek.
  4. Penyakit b’cak hitam
    • Pada tanaman anggrek yang, penyakit ini cepat menular malalui akar & alat yg tdk sterill
    • Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yg t’serang. Mulai dr daun ke atas sampai ke tunas & ke bawah hingga ujung akar. Tanaman t’lambat tumbuh, kerdil & mengakibatkan kematian.
    • Pengendalian: bagian yg t’serang dipotong & dibuang atau disemprotkan fungisida; alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan.
  5. Penyakit busuk akar
    • Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani.
    • Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma & umbi batang, daun & umbi batang menguning, b’keriput, tipis & bengkok, tanaman kerdil & tdk sehat.
    • Pengendalian: semua bagian tanaman yg sakit dipotong & dibuang; bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate).
  6. Penyakit layu
    • Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium.
    • Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar, namun pada rhizoma t’dapat garis-garis, atau lingkaran b’warna ungu. Pada serangan b’at, seluruh rizhoma menjadi ungu, diikuti pembusukan pada umbi batang, tanaman sgt tdk sehat.
    • Pengendalian: bagian yg t’serang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru, yg masih segar & b’sih. Usahakan t’dapat aliran udara yg lancar di sekitar tanaman.
  7. Penyakit busuk
    • Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi.
    • Gejala: t’dapat bintil-bintil kecil b’warna coklat pada bagian tanaman yg t’kena penyakit.
    • Pengendalian: bagian tanaman yg sakit dipotong & dibuang. Media tanaman & seluruh pot didesinfektan dengan larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik Natrippene 0,5 % selama 1 jam.
  8. Penyakit b’cak coklat
    • Gejala: b’cak coklat pada permukaan daun, lalu menyebar keseluruh bagian tanaman.
    • Pengendalian: membuang semua bagian yg sakit, lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20.
  9. Penyakit busuk lunak
    • Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora.
    • Gejala: daun & akar membusuk serta b’bau. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma & umbi batang, penyebarannya agak lambat.
    • Penanggulangan: peralatan kebun harus steril, bagian yg sakit dipotong & dibuang. Semprotkan Physan 20, pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %.
  10. Penyakit b’cak b’cincin
    • Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum).
    • Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun.
    • Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yg sakit serta menstrerilkan semua alat potong.
  11. Penyakit Cymbidium
    • Penyebab: virus Mozaic Cymbidium.
    • Gejala: semula b’upa b’cak kekuningan lalu muncul jaringan mati b’bintik, b’garis atau lingkaran. Khusus pada Cattleya, b’cak tadi b’warna coklat atau hitam cekung. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yg dilingkari jaringan normal. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yg mati.
    • Pengendalian: hanya b’sifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yg sakit, serta mensterilkan segala alat yg dipakai.
  12. Penyakit busuk hitam
    • Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora.
    • Gejala: muncul warna kehitaman
      pada pangkal daun, lalu melunak & busuk, akhirnya daun mati.
    • Pengendalian: semprotkan fungisida spt Baycor Dithane M-45, Benlate, Ferban, Physan, Truban atau Banrot. utk yg b’bentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air.
  1. PANEN

8.1. Ciri & Umur Tanaman b’bunga

Umur tanaman anggrek b’bunga, t’gantung jenisnya. Umumnya tanaman angrek dewasa b’bunga setelah 1-2 bulan ditanam. Tangkai bunga yg dihasilkan kira-kira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai.

8.2. Cara Pemetikan Bunga

Untuk panen bunga anggrek perlu diperhatikan, pemotongan dilakukan pada jarak 2 cm dr pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yg b’sih.

8.3. Prakiraan Produksi

Bibit anggrek yg  sdh  dewasa & sesudah 2 bulan tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai.

  1. PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan

Pengumpulan bunga anggrek dilakukan b’dasarkan permintaan pasar. Jenis anggrek Dendrobium dpt dipanen dlm bentuk:

  1. Tanaman muda utk bibit
  2. Tanaman dewasa utk tanaman hias
  3. Bunga potong

Tanaman muda utk bibit biasa dijual dlm bentuk pot kecil, sedangkan tanaman dewasa biasanya tanaman  sdh  b’bunga. utk bunga potong dipilih tangkai yg kuntumnya paling banyak  sdh  mekar (kuncup t’sisa 1–3 kuntum).

9.2. Penyortiran & Penggolongan

Bunga dipilih yg bagus, tdk kena penyakit ataupun luka. Selanjutnya bunga dikelompokan sesuai dengan kebutuhan b’dasarkan tingkat kesegaran atau ukuran bunga dengan maksud utk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yg bagus tdk turun harganya.

9.3. Penyimpanan

Penyimpanan b’tujuan utk memperlambat proses kelayuan bunga, sehingga dilakukan pada saat:

  1. Bunga baru saja dipetik sambil menunggu pemanen selesai.
  2. Bunga yg tlah dipanen tdk segera dijual atau diangkut.
  3. Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen.

Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan mutu lebih lambat bunga tetap segar. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan cara penempatan bunga dlm larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C) selama 2 jam. Larutan bahan pengawet t’sebut antara lain:

  1. Larutan seven up dengan kadar 30 %.
  2. 2 % larutan gula ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) & 1 gram asam sitrat per 10 liter.
  3. 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat & 1 gram asam sitrat per 10 liter.
  4. Larutan gula kadar 4–5 % ditambah 0,2 gram quinolin per liter.

Pengawetan utk bunga yg dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dlm larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dlm kantong plastik & kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau isimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C.

9.4. Pengemasan & Pengangkutan

Setelah dilakukan pembersihan, pemilihan & pengawetan bunga dendrobium potong dipak melalui cara:

  1. Setiap sepuluh tangkai dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis, ukuran disesuaikan t’gantung panjang tangkai.
  2. Setiap pangkal tangkai dibalut kapas basah, kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm & lebar 4 cm.
  3. Pembungkus bunga & pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang.
  4. Bungkusan-bungkusan bunga disusun b’silang di dlm kotak karton yg b’lubang sampai cukup padat.
  5. Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan carton tape.
  1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1. Analisis Usaha Budidaya

Perkiraan analisis budidaya bunga anggrek Dendrobium dengan luas lahan 1,25 m x 12 m; utk satu pohon/pot dpt menghasilkan bunga sebanyak 2–3 tangkai bunga dimana anggrek dlm pot mulai b’bunga pada umur 3-5 bulan & menjadi bunga potong pada umur 6–7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali. Pada panen ke 2 s.d. ke 4 di atas umur 8 bulan; dlm satu tangkai bunga t’dapat 10-15 kuntum bunga. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. Harga 1 kuntum bunga mencapai harga Rp. 750,- sampai Rp. 1000,-.

  1. Biaya produksi
    1. Bibit
      • Bibit: 8 botol @ Rp. 40.000,- Rp. 320.000,-
      • Akar pakis: 5 ikat (42 lempeng /ikat) Rp. 75.000,-
    2. Perlengkapan
      • Arang: 80 kg @ Rp. 1.250,- Rp. 100.000,-
      • Pot ukuran 15 cm: 400 bh @ Rp. 750,- Rp. 4.500.000,-
      • Gandasil: 2 pak @ Rp. 7.500,- Rp. 15.000,-
      • Kerangka: 1 unit bambu Rp. 150.000,-
    3. Pupuk
  • Furadan Rp. 20.000,-
  • Azodrin: 1 botol Rp. 12.500,-
  • Pupuk Urea: 5 kg @ Rp. 2.000,- Rp. 10.000,-
  • NPK: 2,5 kg @ Rp. 2.000,- Rp. 5.000,-

o    Jumlah biaya produksi Rp. 5.207.000,-

                        Pendapatan: 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp.750,- Rp. 9.000.000,-

                        Keuntungan Rp. 3.793.000,-

                        Parameter kelayakan usaha : 1. Rasio output/input = 1,73

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis

Dalam usaha anggrek ini sgt visibel & modal akan kembali dlm waktu kurang lebih 8 bulan sejak penaman & apabila penjualan dimulai dr sejak dlm botol, maka akan dpt mengurangi biaya operasional. Selain dr segi biaya modal, kebutuhan bunga potong dlm negeri per tahun utk b’bagai jenis anggrek diperkirakan sekitar 5 juta tangkai. Jumlah t’sebut diluar adanya permintaan akan kebutuhan komoditi ekspor.

  1. STANDAR PRODUKSI

11.1. Ruang Lingkup

Standar meliputi klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan & pengemasan.

11.2. Diskripsi

Standar mutu bunga angrek potong ini di Indonesia t’cantum dlm SNI 01–3171– 1992.

11.3. Klasifikasi & Standar Mutu

Bunga angrek potongan antara lain t’diri dr 3 jenis “Arathera James Storie” yg digolongkan dlm empat jenis mutu, “Arachin Maggie Oie” & “Oncidium Golden Shower” yg masing-masing digolongkan dlm tiga jenis mutu.

  1. a) Aranthera James Storie
    1. Panjang tangkai: mutu I=75 cm; mutu II=67,5 cm; mutu III=60 cm; cara uji dengan SP-SMP-287-1980.
    2. Minimum jumlah bunga: mutu I=7; mutu II=6; mutu III=6; cara uji dengan organoleptik.
    3. Minimum jumlah kuncup: mutu I=2; mutu II=2; mutu III=2; cara uji dengan organoleptik.
    4. Minimum jumlah cabang: mutu I=3; mutu II=2; mutu III=1 ; cara uji dengan organoleptik.
    5. Susunan bunga dlm tangkai: mutu I=lengkap; mutu II=lengkap; mutu III=lengkap; cara uji dengan organoleptik.
    6. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada; mutu II=tidak ada; mutu III=tidak ada; cara uji organoleptik.
  2. Arachnis Maggie Oei
    1. Panjang tangkai: mutu I=60 cm; mutu II=42,5 cm; mutu III=32,5 cm; cara uji dengan SP-SMP-287-1980.
    2. Minimum jumlah bunga: mutu I=8; mutu II=8; mutu III=8; cara uji dengan organoleptik.
    3. Minimum. jumlah kuncup: mutu I=2; mutu II=2; mutu III=2; cara uji dengan organoleptik.
    4. Susunan bunga dlm tangkai: mutu I=lengkap; mutu II=lengkap; mutu III=lengkap; cara uji dengan organoleptik.
    5. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada; mutu II=tidak ada; mutu III=tidak ada; cara uji organoleptik.
  3. Onchidium Goldian Varientas Golden Shower
    1. Panjang tangkai: mutu I=67,5 cm; mutu II=60 cm; mutu III=35 cm; cara uji dengan SP-SMP-287-1980.
    2. Minimum jumlah bunga: mutu I=7; mutu II=7; mutu III=7; cara uji dengan SP-SMP- 288-1980.
    3. Minimum jumlah kuncup: mutu I=5; mutu II=5; mutu III=5; cara uji dengan SP-SMP- 288-1980.
    4. Minimum jumlah cabang: mutu I=9; mutu II=7; mutu III=27; cara uji dengan organoleptik.

11.4. Pengambilan Contoh

Contoh diambil secara acak dr jumlah kemasan t’kecil dlm lot & contoh dengan rincian sbg b’ikut:

  1. Contoh yg diambil 1, utk jumlah kemasan t’kecil dlm lot = 1 – 3.
  2. Contoh yg diambil 3, utk jumlah kemasan t’kecil dlm lot = 4 – 25.
  3. Contoh yg diambil 6, utk jumlah kemasan t’kecil dlm lot = 26 – 50.
  4. Contoh yg diambil 8, utk jumlah kemasan t’kecil dlm lot = 51 – 100.
  5. Contoh yg diambil 10, utk jumlah kemasan t’kecil dlm lot = 101 – 150.
  6. Contoh yg diambil 12, utk jumlah kemasan t’kecil dlm lot = 151 – 200.
  7. Contoh yg diambil 15, utk jumlah kemasan t’kecil dlm lot = 201 – lebih.

Sedangkan utk petugas pengambil contoh adalah orang yg tlah b’pengalaman/dilatih lebih dahulu & mempunyai ikatan dlm suatu badan hukum.

11.5. Pengemasan

1) Cara pengemasan

Pangkal tangkai bunga angrek potongan dimasukan ke dlm tube b’isi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dlm kantong plastik b’isi cairan pengawet lalu dikemas dlm kotak karton/kemasan lain yg sesuai.

2) Pemberian merek

Pada bagian luar kemasan diberi tulisan:

  1. Nama barang/varietas anggrek.
  2. Jenis mutu.
  3. Nama atau kode produsen/eksportir.
  4. Jumlah isi.
  5. Negara/tempat tujuan.
  6. Produksi Indonesia.
  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. Osman, Fiyanti, Indah Prasasti (1989) Anggrek Dendrobium, Jakarta Penebar Swadaya IKAPI 219 hal.
  3. Tim Red. Trubus (1997) Jakarta. Anggrek Potong Penebar Swadaya 34 hal.
  4. Agribisnis Tanaman Hias, F.Rahardi, Sri Wahyuni, Eko M. Nurcahyo, Penerbar Swadaya 1993
  5. Budidaya Tanaman Anggrek – Departemen Pertanian 1987, 63 hal.
  6. Merawat Anggrek , Sutarni M. Soeryowinoto, Penerbit Yayasan Kanisius, 87 hal.
Cara Termudah Menanam Sayur Hidroponik

Cara Termudah Menanam Sayur Hidroponik

Pusat cabeCara Menanam Sayuran Secara Hidroponik – Hidroponik (Hydroponic) merupakan metode penanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tanamnya, air berfungsi menghantarkan nutrisi ke tanaman. Penggunaan air pada cara budidaya tanaman menggunakan hidroponik ini lebih sedikit dibanding dengan menanam tanaman pada tanah secara langsung. Walaupun media tumbuhnya menggunakan air, namun untuk membuat sistem hidroponik masih dibutuhkan media tumbuh terutama pada saat penyemaian dan untuk mengikat nutrisi yang dialirkan air.

Media Tumbuh Untuk Hidroponik Yang Baik – media hidroponik yang baik adalah media yang mampu menjaga kadar udara dalam air, menjaga kestabilan pH air, mudah dibersihkan kembali, bisa digunakan kembali atau ramah lingkungan, murah dan mudah didapat, ringan dan bisa digunakan di dalam ruangan dan diluar ruangan. Berikut beberapa media hidroponik yang bagus digunakan:
Cocopeat/Coconut Coir terbuat dari sabut kelapa yang digiling untuk dihaluskan dan dicetak membentuk kotak-kotak. Media yang satu ini cukup baik untuk budidaya tanaman secara hidroponik, selain dapat menahan kandungan air, coco peat juga dapat mempermudah akar tanaman mencapai air yang mengandung nutrisi.
Perlite merupakan lapisan mineral silica yang telah mengalami proses pemanasan pada suhu tinggi. Pemanasan tersebut telah mengakibatkan mineral mengalami pengembangan. Hasilnya adalah bahan yang steril porositas tinggi yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak dengan cepat serta mudah dikeringkan secara cepat. Namun media ini terbilang mahal, karena belum banyak yang memproduksinya.
Leca (Lightweight expanded clay aggregateterbuat dari material lempung (clay) yang dipanaskan dengan suhu tinggi dan dibentuk menjadi agregat.

Rockwool  terbuat dari bebatuan, umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur, dan batu bara, yang dipanaskan mencapai suhu 1.600 derajat Celcius sehingga meleleh menjadi seperti lava, dalam keadaan mencair ini, batuan tersebut disentrifugal membentuk serat-serat. Media tanam ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.
Beberapa Teknik Hidroponik Yang Bisa Dibuat

Membicarakan metode pembuatan hidroponik sebenarnya memiliki banyak bentuk dari yang paling sederhana dengan memanfaatkan botol bekas sampai menggunakan peralatan-peralatan khusus yang harus dibeli. Namun pada artikel kali ini akan dibahas 1 metode menanam hidroponik yang mudah dilakukan di rumah.

Hidroponik Sistem Rakit (Raft)
Cara menanam Hidroponik ini terhitung cukup mudah untuk dibuat dan biayanya cukup murah. Perlengkapan dapat memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah. Hanya sebagian peralatan yang perlu dibeli seperti pompa air, media tumbuh, dan nutrisi. Mengapa disebut hidroponik sistem rakit karena pada metode hidroponik ini media tanamnya akan mengapung mengikuti level air yang ada dalam wadah.
Peralatan yang diperlukan dalam membuat Hidroponik sistem rakit (Raft) adalah sebagai berikut:
Bahan:
  1. styrofoam (gabus)
  2. Bak / wadah air
  3. Pot Hidroponik (bisa menggunakan bekas gelas air meneral yang dibolongi)
  4. Media tumbuh Hidroponic
  5. Pompa akuarium
  6. Selang

Peralatan :

  1. Bor Listrik
  2. Hole saw (mata bor untuk membuat lubang besar)
  3. Cutter
  4. Gunting
  5. Lem

Langkah-langkah membuat hidroponik sistem raft:

  • Buat mal untuk menyesuaikan ukuran styrofoam  dengan ukuran wadah air, Ukur ketebalan wadah yang akan anda gunakan.
  • Potong styrofoam sesuai dengan garis mal yang dibuat dan dikurangi tebal wadah, agar styrofoam dapat masuk ke dalam wadah.
  • Buat lubang pada styrofoam dengan menggunakan hole saw, atau alat lain yang dapat difungsikan untuk melubangi seperti pada gambar. Jarakantar lubang dapat anda atur sesuai keinginan anda dan jenis tanaman yang akan ditanam. Besarnya lubang disesuaikan dengan pot hidroponik yang akan digunakan.
  • Buat tanda dengan menggunakan spidol atau buat garis indikator untuk memberikan informasi tentang batas minimun air dalam wadah, sehingga anda perlu menambahkannya saat styrofoam mencapai level tersebut (gambar di atas).
  • Buat lubang pada bagian dinding wadah air dengan menggunakan bor, dan masukkan selang. Pastikan bahwa diameter lubang sama dengan ukuran selang. Dan lakukan pengeleman untuk mencegah kebocoran.
  • Isi wadah dengan air dan nutrisi yang berfungsi sebagai pupuk. Sampai styrofoam pada level maximum.Mulai lakukan penanaman tanaman yang anda sukai, gunakan media tumbuh bisa menggunakan coco peat dan leca.

Itulah pembahasan mengenai sistem penanaman hidroponik (hydroponic) beserta media tumbuh yang baik untuk melakukan penanaman secara hidroponik ini. Tentunya budidaya tanaman secara hidroponik juga sangat ditunjang dengan nutrisi yang dimasukkan di dalam air, nutrisi dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang ada dan juga dapat dibeli di toko-toko online. Sistem penanaman hidroponik memiliki banyak varian, namun yang kami bahas kali ini mengenai sistem rakit (raft system) karena sangat mudah dipraktikkan dan biayanya terbilang cukup murah.

Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot Agar Berbuah Lebat

Cabe hias – Menghasilkan buah naga yang segar dan kaya manfaat dari dari hasil tanaman sendiri merupakan satu hal yang menyenangkan. Terlebih lagi jika buah naga yang dihasilkan adalah hasil dari cara menanam buah naga dalam pot. Rasanya ini sebuah pekerjaan menantang untuk menanam buah naga dari dalam pot. Apakah mungkin menanam buah naga dalam pot? Jawabannya adalah mungkin. Meski buah naga merupakan tanaman besar namun bisa saja kita menanamnya dalam pot dan menghasilkan buah yang segar.

Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Untuk mampu menghasilkan buah naga dari tanaman dalam pot, diperlukan perawatan dan pemeliharaan buah naga yang baik. Semua kebutuhan makanan dan nutrisi harus terpenui. Berikut ini adalah beberapa langkah dan cara menanam buah naga di dalam pot :

1. Menyiapkan Pot Untuk Buah Naga
Untuk menanam buah naga di dalam pot , perlu disiapkan terlebih dulu pot tanamannya. Ada berbagai jenis pot yang bisa digunakan untuk menanam buah naga misalnya pot dari  bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena untuk menanam buah naga dalam pot, karena tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastis dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik, minimal berdiameter sekitar 40cm.
Baca juga: Cara menanam bunga matahari dari biji

2. Tiang Untuk Panjatan Buah Naga

Tiang sangat dibutuhkan oleh tanaman buah naga, karena batang dan dahan buah naga memerlukan penopang agar bisa menopang berat pohon buah naga. Tiang panjatan untuk buah naga dibuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm, atau balok kayu yang kuat dan tahan lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot.

3. Membuat Media Tanam Buah Naga Dalam Pot
Media tanam untuk buah naga dalam pot perlu disiapkan dengan baik sebelumnya. Bahan-bahan media taman buah naga dalam pot adalah pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1.
Anda juga bisa menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan dibiarkan selama sehari semalam.

4. Menanam Bibit Buah Naga
Untuk menanam buah naga hal yang penting adalah memilih bibit buah naga yang baik. Bibit buah naga sebaiknya dipilih yang besar, dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Idealnya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm.

Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, jangan terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Setelah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.

5. Memelihara Buah Naga Dalam Pot
Setelah bibit buah naga ditanam dalam pot langkah selanjutnya adalah fase memelihara tanaman buah naga di dalam pot.  Pemeliharaan buah naga dalam pot hampir sama dengan buah naga yang ditanam langsung di tanah langsung. Memelihara buah naga dalam pot meliputi pemupukan, pemangkasan, penjarangan hingga pemindahan pot jika sudah waktunya.

Untuk memupuk buah naga di dalam pot  diberikan pupuk majemuk yang mengandung unsur P dan K tinggi, seperti NPK 15:15:15 dengan dosis 50 gram per pot. Bisa juga diberi campuran pupuk tunggal berupa ZA, SP-18, dan KCI.
Dosis setiap pupuk tunggal yang diberikan adalah 50 gram per pot. Tambahkan juga pupuk kandang guna meningkatkan kadar bahan organik pada media tanam, diikut dengan penyiraman pada pagi atau sore hari.

Selang 2-4 minggu setelah pemupukan lewat akar, berikan pemupukan daun. Saat tanaman mulai mengeluarkan bunga, lakukan segera pemupukan. Aplikasi pupuk dapat berupa pupuk TSP dan KCI atau pupuk NPK 15:15:15. Larutkan dahulu pupuk dengan konsentrasi 2 gram per liter air agar lebih cepat diserap tanaman. Selanjutnya, larutan pupuk disemprotkan  pada tanaman setiap minggu selama delapan minggu.

Pemeliharaan buah naga di dalam pot lainnya adalah pemangkasan dahan buah naga. Pemangkasan buah naga ini bertujuan membentuk cabang baru yang produktif. Sebaiknya, pemangkasan dilakukan sejak tanaman sudah berumur 2-3 bulan. Untuk pertumbuhan yang optimal, sebaiknya tinggi tanaman tidak lebih dari 140-170 cm dan jumlah cabang produktif yang dipeliharanya hanya 3-4 cabang dan cabang lain sebaiknya dipangkas.

Setelah buah naga dalam pot mulai berbunga, bisa dilakukan penjarangan bunga  buah naga. Penjarangan ini dilakukan ketika bunga buah naga mulai muncul. Penjarangan bunga buah naga bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan pada buah, setiap cabang sisakan saja dua bunga yang berjarak 30 cm satu sama lain. Umumnya, bunga dengan kelopak berwarna hijau yang dipelihara.

Repoting buah naga perlu dilakukan untuk memacu pembungaan buah naga dalam pot. Tambahkan pupuk kandang beserta media baru yang lebih subur untuk menjaga kesuburan dan kesehatan tanaman, sehingga tabulampot buah naga dapat berbuah dengan cepat dan optimal.

Nah itulah beberapa tips sederhana menanam dan merawat tanaman buah naga dalam pot. Dengan perawatan buah naga yang teratur, niscaya akan menghasilkan buah naga dalam pot yang menggembirakan.

cara menanam bunga matahari

Cara Menanam Bunga Matahari Dari Biji

Cabe hiasBunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30 cm). Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga Matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap / condong ke arah matahari atau heliotropisme. (sumber: wikipedia)
Bunga matahari memiliki banyak varietas, beberapa diantaranya yang paling terkenal adalah:

  1. Sunflower Autumn Beauty : Bunga matahari jenis ini memiliki banyak warna dari kuning, orange, dan cokelat kemerahan. Diameter Bunga sekitar 15cm, dan tinggi pohonnya mencapai 1,5 meter.
  2. Sunflower big smile : Bunga matahari jenis ini terbilang kecil, tingginya hanya sekitar 30 cm dan diameter bunganya sekitar 10cm.
  3. Sunflower Early Russian : bunga matahari yang satu ini merupakan jenis yang paling besar, tinggi pohonnya mencapai 2,5 meter dan diameter bunga mencapai 30cm.

Untuk membudidayakan bunga matahari terbilang cukup mudah, tanaman ini dapat hidup subur di daerah tropis seperti Indonesia. Berikut beberapa langkah cara menanam bunga matahari: 

Baca juga: Cara membuahkan jambu biji

Menyiapkan Benih Bunga Matahari

Loading…
bunga matahari dari bunga yang sudah benar-benar tua, yang ditandai dengan kelopak bunga sudah mulai mengering. Ambil biji bunga matahari dan jemur di terik matahari sampai benar-benar kering.

Pilih biji bunga matahari yang berukuran besar dan kondisi biji yang baik, berbentuk sempurna, dan warna kulit bijinya terlihat baik tidak pucat atau kehitaman. Biarkan biji bunga matahari yang telah dijemur selama 2 hari sebelum ditanam.

Untuk menyiapkan bibit bunga matahari dapat dilakukan dengan penyemaian, namun jika anda tidak ingin repot, bibit bunga matahari juga bisa langsung ditanam ke lahan tanam yang telah disediakan. 

Menyiapkan Lahan

Lahan tanam untuk bunga matahari sebaiknya mendapatkan sinar matahari secara penuh setiap harinya (sekitar 6-8 jam per hari), dan terlindung dari angin kencang karena pohon bunga matahari sangat lunglai dan mudah patah.

Untuk menanam bunga matahari sebaiknya tanah harus digemburkan dan diberi pupuk, gemburkan tanah menggunakan cangkul dengan kedalaman sekitar 30-40cm. Yang perlu diingat bahwa tanaman bunga matahri tidak menyukai tanah yang terlalu mengandung banyak air, jadi usahakan area tempat menanam bunga matahari memiliki porositas yang baik, dan terhindar dari genangan.

Campurkan pupuk kandang sembari menggemburkan tanah, biarkan lahan tanam selama 1 minggu sebelum ditanami. 

Menanam Benih Bunga Matahari

Buatlah lubang tanam dengan menggunakan sekop kecil sedalam sekitar 20cm, dan jarak antar satu lubang dengan yang lainnya sekitar 45cm. Jika anda menanam dalam beberapa baris, maka buatlah jarak antar baris adalah sekitar 75cm. Masukkan 3-4 biji bunga matahari pada setiap lubang dan tutup kembali dengan menggunakan tanah.

Lakuklan penyiraman setelah semua lubang tertanami, dan lakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari tapi jangan terlalu berlebihan cukup lembab saja. 

Merawat Tanaman Bunga Matahari

Bunga matahari akan mulai berkembang sekitar 2-3 bulan setelah penanaman, tetap lakukan penyiraman secara teratur namun jangan berlebihan. Jika batang pohon Bunga matahari sudah nmulai meninggi, berilah anjir (patok kayu penopang) agar tidak mudah patah saat ada angin kencang yang meniupnya.

Pasanglah kayu yang lurus atau bambu di dekat pohon bunga matahari, dan ikatlah pohon matahari ke tiang penopang (anjir) mengginakan tali. Pengikatan tidak perlu terlalu kuat, cukup hanya untuk menahan agar tidak patah saja. 

Panen Biji Bunga Matahari

Untuk memanen bunga matahari dapat dilakukan dengan memotong tangkai bunga menggunakan pisau atau gunting. Bunga yang dipotong harus yang sudah tua, yang ditandai dengan mulai berubah warna ke kecoklatan atau mulai mengering. Simpanlah bunga matahari yang telah dipanen secara terbalik agar bunga cepat mengering.

Setelah kelopak bunga matahari sudah kering, pisahkan biji bunga matahari dengan cara membuka-buka kelopak bunga atau dengan cara memukul secara perlahan-lahan, biji bunga matahari akan jatuh dengan sendirinya.

Biji bunga matahari dapat dijadikan bahan camilan seperti yang sering kita jumpai berupa kuwaci. Mengkonsumsi bunga matahari sangat bermanfaat bagi kesehatan diantaranya mengobati rematik, mengobati sakit kepala, mengobati disentri, dan melancarkan pencernaan. Selain ditanam di tanah secara langsung, bunga matahari juga bisa ditanam di pot. Untuk menanam bunga matahari di pot dapat dilakukan dengan cara menyiapkan pot yang besar dan isi dengancampuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Bibit Bunga Matahari dapat ditanam di pot seperti juga cara menanam bunga matahari dari biji ke lahan kebun atau tanah secara langsung.

10 Cara Membuahkan Jambu Air

10 Cara Membuahkan Jambu Air

Ada bermacam-macam teori  dan cara membuahkan jambu air baik dengan cara alami maupun dengan cara pemberian bahan tambahan. Namun pada intinya tehnik membuahkan jambu air adalah untuk merubah fase vegetatif (pertumbuhan batang dan daun) menjadi fase generatif (pertumbuhan bunga dan buah). Sebenarnya 10 cara membuahkan jambu air ini bisa juga kita terapkan pada tanaman yang lainnya, namun biasanya suatu jenis tanaman memililiki kecocokan cara tersendiri.
Adapun 10 jurus membungakan dan membuahkan jambu air tersebut adalah :
  1. Jurus  kesatu. Penggunaan campuran air kelapa, rebusan kentang, olahan ikan dan difermentasi dengan EM4. Dengan cara ini tanaman akan menjadi subur dan bunga juga akan muncul bunga.
  2. Jurus kedua. Pemberian minyak ikan utk memacu hormon auksin dan gibberelin yg akhirnya memacu timbul bunga dan buah. Telah kita ketahui bersama bahwa hormon auksin dan giberelin bisa memacu pembungaan tanaman.
  3. Jurus ketiga. Dengan cara perlakuan stress air atau tdk disiram  sampai daun layu. Setelah tanaman menunjukkan gejala layu baru disiram dan dipupuk dgn pupuk NPK yg kandungan P dan K tinggi. Ini adalah jurus dasar dan perlakuan paling umum untuk semua tanaman. Namun cara ini paling cocok  untuk tanaman jambu air di dalam pot (tabulapot).
  4. Jurus keempat. Pemasangan ring pada cabang yg ingin dibuahkan. Tujuannya sama. Memutus aliran air ke daun, sehingga menstimulasi seakan akan kemarau tiba sehingga jambu air mau berbunga.
  5. Jurus  kelima. Dengan cara pemangkasan akar serabut. Pohon dicabut dan bola akar terluar dipangkas, kemudian ganti media tanam dan dipupuk pupuk buah. Namun cara ini khusus untuk tanaman yang berada dalam pot, kalau untuk tanaman di tanah sebaiknya jangan dilakukan karena bisa menyebabkan tanaman mati.
  6. Jurus keenam. Dengan pemberian  ZPT (Zat Pengantar Tumbuh) buatan kombinasi auksin dan GA3 dgn konsentrasi tertentu.
  7. Jurus ketujuh. Dengan cara media tanam diganti coco peat, sekam bakar, pupuk kandang (bisa juga diganti dengan bokashi) dan tanah liat. Cara ini khusus untuk jambu air dalam tabulapot juga. Menurut org Mekarsari ini media plg cocok utk tanam jambu air.
  8. Jurus kedelapan. Dengan menggunakan lengkeng booster yg terdiri 2 macam pupuk. Satu utk merontokkan seluruh daun dan setelah rontok pupuk kedua berfungsi memunculkan pucuk baru dan bunga. Menggunakan lengkeng boster atau jenis lainnya juga harus hati-hati karena juga bisa menghentikan pertumbuhan tanaman atau bahkan bisa mematikan tanaman.
  9. Jurus kesembilan. Penggunaan hormon penghambat jenis Packlobutrazol yang paling ampuh utk membuahkan mangga dan durian di luar musim atau mangga yg mogok tahunan tdk berbuah. Namun harus sangat hati-hati dalam menggunakan hormon ini karena bisa mematikan tanaman jika terlalu banyak.
  10. Jurus kesepuluh. Dicacah batangnya (batangnya dilukai menggunakan pisau, golok atau parang sampai kena kambiumnya). Hal ini bertujuan untuk memutus jalur air ke daun (namun maaf cara ini kurang benar karena bisa menyebabkan infeksi pada batang sehingga tidak dilakukan atau sebagai jurus terakhir saja).

Baca juga: Cara membudidayakan stroberi

Dalam prakteknya, untuk membungakan dan membuahkan jambu air tersebut bisa dilakukan secara kombinasi jadi tidak hanya dilakukan secara tunggal. Sebagai contoh adalah kombinasi antara stress  air dan pemberian minyak ikan dan pupuk K dan P tinggi.  Contoh yang kedua adalah dengan pemberian paclobutrasol dan pupuk K dan P tinggi. Jadi silahkan berkreasi dan tentukan kira-kira yang termudah dan teraman yang mana untuk kita lakukan pada tanaman jambu air kita.

Harapan Pusatcabe, semoga artikel sederhana yang berjudul 10 jurus cara membuahkan jambu air ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan Pertanian yang membaca artikel ini.

Tips dan Cara Membudidayakan Pandan

Tips dan Cara Membudidayakan Pandan

Jual cabe hias – Cara membudidayakan pandan tidaklah sesulit membudidayakan tanaman padi. Pengolahan media tanam untuk pandan hanya dilakukan ketika bibit pandan akan ditanam. Pandan dapat dipanen setelah satu setengah hingga dua bulan selama 20 tahun.

Untuk membudidayakan pandan, maka langkah pertama yang harus dilakukan ialah mengolah media tanamnya terlebih dahulu. Untuk pengolahan tanah, pertama-tama buat lubang tanah dengan jarak 1 m x 1 m dan berukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm.

Baca juga: Tips menanam kaktus

Setelah itu, setiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 2 kg. setelah diberi pupuk kandang, maka lubang tanam sudah bisa untuk langsung ditanami bibit. Bibit diambil dari tunas tunggal tanaman pandan yang telah menghasilkan. Tunas itu harus berakar gantung karena kalau tidak biasanya tidak mau tumbuh. Setelah penanaman bibit dilakukan, maka langkah selanjutnya ialah pemupukan.

Baca juga: Cara membudidayakan stroberi

Pemupukan dilakukan tiga bulan setelah masa tanam. Bibit pandan sebaiknya diberikan pupuk buatan dengan dosis 50 gram urea ZA dan 20 gram KCI untuk setiap tanaman atau bibitnya. Selain itu, sebaiknya pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma. Kemudian setelah umur satu tahun diberi pupuk kandang dan pupuk buatan dengan dosisyang sama. Setelah itu, tanaman pandan tidak perlu dipupuk lagi.

Baca juga: Cara budidaya ubi jalar

Setelah pemupukan, maka selanjutnya adalah perawatan. Tanaman pandan biasanya dapat diserang oleh hama penggerek pucuk. Biasanya, para petani menyebut hama tersebut dengan nama ulam.

Setelah masa tanam selama 3 tahun, kamu bisa melakukan panen untuk pertam kalinya. Namun, untuk panen kedua dan seterusnya panen bisa dilakukan setelah 1,5 hingga 2 bulan dengan kelangsungan panen selama 10 hingga 20 tahun.

Daun pandan yang sudah dipanen sebaiknya diolah sebelum menggulung. Caranya dengan daun dibelah keicl lalu diikat dan lansung direbus sekitar 10 hingga 30 menit. Setelah direbus, daun direndam selama selama menggunakan air dingin lalu dijemur keesokan harinya sampai kering.

Demikian artikel kami mengenai cara membudidayakan pandan semoga bermanfaat.

Tips dan Cara Mudah Membudidayakan Stroberi

Tips dan Cara Mudah Membudidayakan Stroberi

Jual Cabe Hias – Untuk Tips Membudidayakan Stroberi, biasanya para pekebun buah stroberi melaukanya dengan berbagai cara. Namun, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk membudidayakan buah stroberi dengan cara biji. Untuk membudidayakan stroberi menggunakan biji, maka pertama-tama kamu harus membeli benih stroberinya terlebih dahulu.

Benih bisa didapatkan di toko-toko penyedia bibit tanaman. Setelah kamu mendapatkannya, rendam benih selama 15 menit kemudian angin-anginkan agar kering. Benih yang telang kering kemudian disemai di tempat penyemaian yang sudah dikasih media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kompos halus yang steril. Dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Baca juga: Tips budidaya ubi jalar

Selanjutnya benih kita semai secara merata di kotak bibit persemaian yang telah kita siapkan kemudian tutup dengan tanah tipis. Setelah itu, tutup permukaannya dengan menggunakan plastic atau kaca bening dan simpan pada temperature 18-20 °C. setelah itu, benih disiram setiap harinya. Bibit bisa dipindahkan ke bedengan sapih jika telah tumbuh daun sebanyak 2 helai. Bibit ditanam di bedengan sapih dengan jarak antarbibit, yaitu 2-3 cm. media tanam bedeng sapih sama dengan media yang digunakan pada persemaian.

Bedengan diberi atap plastic bening. Selama didalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

Setelah pembibitan dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengolah media tanam. Untuk media tanam, kamu bisa menggunakan kebun tanpa plastic mulsa. Untuk kebut yang tidak menggunakan mulsa, maka kedalam lahan harus sekitar 30-40 cm dan diangin-anginkan selama 15-30 hari.

Baca juga: Tips menanam kaktus

Setelah itu, buah  bedengan berukuran 80×100 cm dan tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 40×60 cm. sedangkan untuk guludan tanahnya memiliki lebar 40 x 60 cm dan tinggi 30 x 40 cm dengan jarak antar guludan 40 x 60 cm. jika guludan selesai dibuat, beri pupuk 20-30 ton/ha secara merata dan biarkan selamma 15 hari. Jika sudah, storberi sudah bisa ditanam.

Ketika akan ditanam, keluarkan bibit dari polybag beserta media tanamnya. Setelah ditanam, padatkan tanah sekitarnya dan beri pupuk basah dan siram tanah sekitar pangkal batang hingga lembab.

Demikian artikel kami mengenai Tips Membudidayakan Stroberi semoga bermanfaat.

Tips dan Cara Mudah Budidaya Ubi Jalar

Tips dan Cara Mudah Budidaya Ubi Jalar

Cabe hias – Untuk Tips Budidaya Ubi Jalar, pertama-tama anda harus mengolah tanah yang akan digunakan untuk media tanamnya karena kondisi tanah sangat berpengaruh terhadapat pertumbuhan tanaman sehingga tanah menjadi gembur, subur dan bebas dari hama.

Untuk mengolah tanah, maka anda harus pecahkan dan gemburkan tanah agar sirkulasi air dan udaranya menjadi baik dan lancar. Air dan udara dibutuhkan oleh tanaman termasuk umbi jalar. Pada tanah yang gembur, bibit mudah tumbuh bertunas, akar mudah berkembang dan menembus tanah, dan umbi-umbi pun akan tumbuh tanpa kesulitan. Setelah itu, matikan rumput, gulma dan hama yang berada di dalam tanah.

Baca juga: Tips budidaya kedondong

Rumput dan gulma serta hama yang mati terpendam dan membusuk dalam tanah justru akan menjadi humus. Ketika sedang mengolahtanah, sebaiknya berikan pupuk kanadng yang dicampur dengan pasir karena tanah yang cocok untuk tanaman ubi jalar adalah tanah yang bercampur pasir. Pasir dicampur dengan kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 : 2.

Ubi jalar bisa ditanamm pada lahan sawah. Caranya dengan membiarkan lahan sawah agar kesat dan tidak terlalu basah. Setelah itu, tanah dibajak terlebih dahulu supaya jerami bekas padi tertimbun dan dibiarkan tanah mengalami proses penguapan, biarkan prose situ selama seminggu.

Baca juga: Tips menanam dan merawat kaktus

Jika kadar air pada tanah sudah berkurang dan tanah sudah kesat, maka lakukan pecangkulan untuk menghancurkan tanah yang menggumpal karena dibajak sekaligus membersihkan sisa jerami. Setelah tanah gembur dan longgar, maka lakukan pencangkulan kedua dengan tujuan mencampurkan antara pupuk dan pasir pada lahan, dan sekaligus membuat bedengan-bedengan dengan ukuran yang sama seperti di lahan tegalan.

Untuk bibit, Anda bisa menggunakan umbinya atau batangnya. Jika yang digunakan umbi, maka gunakan yang berukuran bola tenis. Namun, jika batang yang digunakan maka batang harus berupa potongan-potongan sepanjang 25-35 cm, dengan ruas sekitar 5-6 ruas. Sisakan 2 atau 3 helai daun pada bagian pucuk. Umbi maupun batang yang akan dijadikan bibit harus bebas dari jamur, hama, dan penyakit. Untuk penanaman sebaiknya dilakukan pada bulan Maret atau april dengan masa panen sekitar bulan Juli atau Agustus.

Demikianlah artikel kami mengenai Tips Budidaya Ubi Jalar yang bisa Anda coba praktekkan.

Tips Menanam dan Merawat Kaktus

Tips Menanam dan Merawat Kaktus

Pusatcabe – Kata kaktus berasal dari kata caktos yang artinya tanaman berduri. Di Indonesia, tanaman ini sudah cukup lama dikenal. Tanaman yan memiliki batang yang besar, berbulu dan berduri ini berasal dari Negara meksiko. Berikut ini kami berikan artikel mengenai tips menanam kaktus semoga dapat bermanfaat.

Tanaman ini banyak mengandung air sehingga digolongkan kepada tumbuhan sekulen. Untuk mempertahankan hidupnya di daerah yang panas dan kering. Maka kaktus tidak memiliki daun dan dapat menyimpan air pada batangnya. Kaktus salah satu tanaman yang memiliki banyak jenis, dari jenis-jenis kaktus ada terdapat hasil penyilangan spesies.

Baca juga: Tips budidaya kedondong

Diantaranya adalah Notocactus tubiflora cristata atau kaktus kentang, Mammillaria xantina atau disebut kaktus kendil, Gymnocalycium hanovichiivarred cap atau kaktus kepala merah, var black cap atau kepala hitam, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kaktus dapat dibedakan dari warna batang, bunga dan ukuran durinya. Jika dilihat dari bentuknya, bentuk kaktus ada yang bulat, bulat pipih, silinder hingga yang berbentuk seperti lonceng. Warna batangnyapun beragam. Ada yang putih, ungu, merah, kuning, merah muda dan merah tua. Sedangkan durinya ada yang berwarna, lembut, panjang, pendek, dan yang lainnya. Karena keindahannya itu maka kaktus banyak dibudidayakan, di bawah ini tips menanam kaktus dan cara merawatnya.

Kaktus harus dibudidayakan di tempat yang sinar matahari dan sirkulasi udaranya baik karena daging kaktus yang tebal akan membusuk jika terlalu banyak air sehingga menjadi lembab. Kaktus dapat diperbanyak melalui biji atau juga dapat dari anakan atau tunas dari menyemai sendiri. Kaktus bisa ditanam di tanah atau di dalam pot.

Baca juga: Cara membuat pestisida alami dari tanaman

Jika langsung ditanam ditanah, maka komposisi media tanahnya harus cukup akan tanah liat, humus, dan pasir. Namun, apabila ditanam dipot, media tanam yang digunakan campuran tanah liat, pasir, dan humus dengan perbandingan 2:2:1 dan ditambah bubuk kapur, batu bata dan bubuk tulang untuk menghilangkan rasa asam pada tanah sebab tanah yang kelebihan asam mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh subur.

Namun, campuran tersebut tidak mutlak karena ada juga tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan baik komposisi media ini. Setelah itu, tinggal masukkan biji atau tunahs yang disiapkan di tengah-tengah media. Kaktus akan berbunga setelah usia 3 tahun.

Demikianlah artikel kami mengenai tips menanam kaktus semoga bermanfaat.

Alamat Kami

Dsn. Genting,
Ds. Rogomulyo, Kec. kaliwungu,
Kab. Semarang