Cabai Buah atau Sayur Ini Penjelasannya

Cabai Buah atau Sayur Ini Penjelasannya

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan cabai. Bumbu ini sering digunakan sebagai bahan untuk membuat makanan pedas. Sebelum berbicara lebih jauh, menurut Anda cabai itu buah atau sayuran? Ada yang bilang cabai itu sayuran. Ada pula yang mengatakan bahwa cabai adalah sejenis buah. Lalu yang mana yang benar? Apakah Cabai, buah atau sayur? Jika berbicara tentang buah, pasti identik dengan rasa yang manis dan segar. Fakta ini tentu membuat Anda berpikir bahwa cabai bukanlah buah melainkan sayuran.

Tumbuhan yang termasuk buah, berkembang dari ovarium bunga yang telah dibuahi dan memiliki biji tumbuhan. Penjelasan lain menyebutkan ciri-ciri cabai yang memiliki kandungan vitamin C, vitamin A, magnesium, zat besi, dan vitamin yang tinggi. Kandungan ini membuat cabai termasuk dalam keluarga buah.

Cabai Termasuk Sayur Atau Buah?

Cabai dapat diklasifikasikan menjadi buah-buahan dan sayuran. Dilihat dari struktur morfologinya tanaman cabai disebut buah, karena cabai merupakan hasil perkembangan indung telur dari tanaman cabai. Struktur tumbuhan yang merupakan hasil perkembangan ovarium disebut buah. Dilihat dari fungsinya, cabai dapat digolongkan sebagai sayuran. Sayuran merupakan bagian tanaman yang minimal diproses sebelum dikonsumsi, Cabai adalah salah satunya sehingga bisa dikatakan sebagai sayuran.

Baca juga: Jenis tanaman cabe yang terkenal

Jenis Cabai

Cabai merupakan tanaman yang sering dijumpai di sekitar kita. Masyarakat Indonesia sangat mengenal tanaman yang termasuk dalam famili Solanaceae ini untuk diolah menjadi sambal atau dimasak dengan bahan makanan lainnya. Banyak masakan Indonesia yang memiliki cita rasa pedas. Di Indonesia terdapat berbagai macam jenis cabai, antara lain cabai merah , cabai rawit , cabai hijau, cabai keriting, cabai putih, cabai bubuk, cabai paprika, cabai gendot, cabai katokkon, dan cabai jawa. Semuanya memiliki tingkat kepedasan yang berbeda-beda, Jenis cabai lain yang tersedia di seluruh dunia adalah:

Cabai Gendol Atau Habanero

Cabai ini berasal dari semenanjung Yucatan. Ini memiliki peringkat kepedasan 100.000-350.000 pada Skala Scoville. Cabai ini memiliki bentuk seperti peluru dan rasanya pedas. Tingkat kepedasannya mencapai 2.500-8.000 Skala Scoville. Setan cabai. Namanya saja sudah menakutkan, bukan? Dengan tingkat kepedasan mencapai 1.001.304 Skala Scoville, tak heran jika devil’s cabai dianggap sebagai cabai terpedas di dunia. Asal usul cabai terpedas ini adalah dari timur laut India.

Cabai Serrano

Cabai serrano berasal dari pegunungan Meksiko. Sepertinya cabai rawit dan rasanya lebih pedas dari jalapeno. Tingkat kepedasan cabai serrano 10.000-23.000 Skala Scoville. Cabai ini memiliki nama lain Dattil Pepper ini berasal dari St. Augustine, Florida. Cabai ini biasanya digunakan untuk membuat sup tomyum. Level kepedasannya ada di skala 100.000-350.000 Scoville.

Cabai Pelangi

Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau cabai ini berwarna warni seperti pelangi. Tak heran jika di Indonesia, cabai pelangi juga banyak digunakan sebagai tanaman hias. Pada awalnya Cabai pelangi ini berwarna ungu, kemudian berubah menjadi kuning dan berubah menjadi merah saat dimasak. Ada 4 jenis paprika yaitu merah, kuning, hijau dan oranye. Paprika hijau biasanya lebih pahit, sedangkan paprika merah lebih pedas.

Ceri Cabai

Cabai ini memiliki bentuk seperti buah ceri dan berwarna merah. Daging cabai ceri manis, segar, berair dan lebih beraroma daripada paprika. Tepin Cabai. Tepin berasal dari bahasa Nahuatl yang berarti “kutu”. Karena dianggap paling tua dari semua jenis, cabai ini sering disebut sebagai “induk dari segala cabai”. Cabai ini tumbuh liar di Amerika Tengah, Meksiko, dan barat daya Amerika Serikat.

Cabai juga memiliki kandungan dan manfaat, Cabai memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, asam folat, air, zat besi, magnesium, kalium, kalsium, fosfor, natrium , beta karoten. niasin, karbohidrat, protein, gula, serat, lemak dan capsaicin. Selain sebagai pelengkap masakan yang enak, cabai juga bisa mengurangi sakit kepala. Hal ini karena kandungan capsaicin pada cabai merangsang produksi endorfin yang memberikan sensasi kenikmatan dan sekaligus pereda nyeri alami. Sensasi panas dan pedas yang dihasilkan oleh capsaicin menghentikan ujung saraf mengirimkan sinyal sensasi rasa sakit, Jadi sakit kepala berkurang.

Baca juga: Cabe carolina reaper

Ada juga orang yang ketika mengalami flu, batuk dan pilek makan makanan pedas karena dipercaya dapat meredakan nyeri. Apakah itu benar? Ternyata benar karena kandungan capsaicin menyebabkan sensasi pedas pada cabai hingga mengencerkan lendir. Dengan begitu, hidung dan tenggorokan menjadi lega karena lendir yang menyumbat bisa keluar dengan lancar. Manfaat cabai lainnya adalah untuk menjaga kadar gula darah, meningkatkan insulin, sebagai anti kanker, mengurangi pembekuan darah, menurunkan kolesterol, membantu menurunkan berat badan, membantu menjaga kesehatan pencernaan, mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, memperbaiki pernapasan, membantu menjaga kesehatan mata. menambah nafsu makan dan masih banyak lainnya.

Bagi pecinta makanan pedas, cabai merupakan komponen yang tidak boleh dilewatkan, rasanya ada yang kurang jika tidak ada sambalnya. Sensasi pedas dan pedas dari cabai mampu membangkitkan nafsu makan dan memberikan efek adiktif. Meski cabai bisa menambah kelezatan makanan, Anda tetap harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Makan cabai dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti:

Diare

Makan terlalu banyak makanan pedas dapat menyebabkan sakit perut, sensasi terbakar di usus, dan kram serta sering buang air besar dengan frekuensi yang tidak biasa.

Usus Buntu

Cabai Buah atau Sayur Ini Penjelasannya

Makanan pedas yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering dapat menyebabkan usus meradang dan pecah. Radang usus disebabkan oleh sensasi pedas dan pedas dari cabai. Jadi, anggapan bahwa radang usus buntu terjadi karena terlalu banyak makan biji-bijian adalah salah. Yang benar adalah bahwa rasa sakit muncul karena radang usus yang disebabkan oleh terlalu banyak makan makanan pedas.

Bertambah Berat

Cabai atau makanan pedas sering dikonsumsi untuk menambah nafsu makan, cara ini memang ampuh, terutama bagi pecinta pedas. Namun jika tidak dikendalikan bisa menyebabkan nafsu makan berlebihan. Akibatnya, bisa memicu porsi makan lebih banyak dari biasanya. Ketika Anda makan makanan pedas, sulit untuk berhenti sampai Anda tanpa sadar kehabisan sekeranjang nasi sendiri, Jika dibiarkan lama kelamaan akan menjadi kebiasaan dan berat badan terus bertambah. Sebesar apapun kita mencintai cabai, kita harus memiliki batasan dan tidak berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, apalagi untuk makanan yang kita konsumsi, salah-salah bukannya sehat malah sakit karena pola makan yang tidak tepat.

Baca juga: Ciri ciri tanaman Cabe warna warni

Makan berlebihan dapat menyebabkan terganggunya kerja ginjal karena harus bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan protein dan racun yang masuk melalui makanan yang kita makan. Hal ini dapat menyebabkan batu ginjal. Terlalu banyak dalam makan juga dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh. Sebagai umat Islam, kita memiliki aturan dalam makan makanan. Halal dan Haram jelas menjadi kriteria utama.

Makanan yang sehat dan baik juga sangat penting agar apa yang Anda makan tidak menjadi sumber penyakit bagi tubuh. Pola makan juga diperhatikan agar tubuh selalu sehat agar aktivitas terutama ibadah tidak terganggu. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak makan dan minum secara berlebihan.

Demikian ulasan jual cabe hias tentang Cabai, Sayur Atau Buah Ini Penjelasannya semoga bermanfaat.

About the author

Saya merupakan petani yang fokus dalam dunia digital, selain itu saya juga memiliki hoby membudidayakan tanaman terutama jenis jenis cabe hias.

Leave a Comment

Alamat Kami

Dsn. Genting,
Ds. Rogomulyo, Kec. kaliwungu,
Kab. Semarang