Cara Menanam Cabe di Rumah yang Mudah untuk Pemula

Cara Menanam Cabe di Rumah yang Mudah untuk Pemula

Menjadi salah satu bumbu penting dalam makanan, cabe kerap digunakan untuk menambah sensasi pedas untuk melengkapi sebuah makanan. Tak jarang, harga cabe bisa naik maupun turun secara tiba-tiba.

Bagi Anda yang menyukai makanan pedas dan selalu membutuhkan cabe, tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan halaman rumah atau pekarangan rumah dengan menanam tanaman satu ini.

Bahkan jika Anda tidak memiliki lahan untuk menanam cabe hias ke tanah, Anda bisa menggunakan pot atau polybag sebagai media tanamnya. Apa lagi, cabe merupakan tanaman yang mampu beradaptasi dengan mudah di segala kondisi.

Jika Anda berniat menanam cabe di rumah, terdapat beberapa cara dan juga beberapa penanganan yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan buah cabe yang berkualitas.

Berikut ini kami akan menjelaskan mengenai Cara Menanam Cabe di Rumah dengan mudah dan menghasilkan buah yang lebat. Berikut penjelasannya!

  • Alat dan Bahan untuk Menanam Cabe

Untuk menanam cabe keriting di rumah, Anda harus menyiapkan beberapa alat dan bahan terlebih dahulu. Adapun yang harus Anda siapkan yaitu :

  1. Semprotan air
  2. Batang bambu
  3. Polybag atau Pot
  4. Bibit cabe berkualitas
  5. Arang sekam (boleh tidak)
  6. Pupuk kandang / kotoran ayam kering
  7. Tanah organik (bisa menggunakan tanah biasa)
  8. Wadah untuk menyemai cabe (tray semai / polybag)

Untuk menanam cabe di rumah, Anda bisa menggunakan pot atau polybag dengan ukuran sedang. Biasanya, polybag atau pot yang cocok untuk tanaman cabai memiliki diameter lebih dari 20 cm.

  • Cara Menanam Cabe di Rumah

Jika Anda telah menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan, maka langkah selanjutnya yaitu dengan menanam cabe.

Baca juga: Jenis cabe terpedas di Indonesia

Dalam proses menanam cabe terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar cabe bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat serta berkualitas bagus. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan yaitu :

  1. Siapkan biji cabe untuk ditanam

Sebelum Anda menanam biji cabai, pastikan bahwa bibit yang akan digunakan memiliki kualitas yang bagus. Kualitas dari biji akan berpengaruh pada pertumbuhan cabe. Biji yang bagus akan menghasilkan pohon cabe yang bagus pula.

Mendapatkan biji yang berkualitas bisa Anda lakukan dengan membelinya pada toko pertanian atau membuatnya sendiri di rumah.

Untuk membuatnya pun sangat mudah. Siapkan cabe utuh dan ambil bijinya, jemur biji cabe di bawah matahari. Jika sudah kering, biji cabe bisa Anda gunakan sebagai bibit.

  1. Rendam biji cabe dengan air hangat

Sortir biji cabe dengan merendamnya pada air hangat selama 3 jam. Saat proses perendaman buang bibit cabe yang mengapung dan gunakan bibit yang tenggelam.

Bibit yang tenggelam menandakan bahwa biji tersebut bagus dan kemungkinan untuk tumbuh semakin besar. Merendam bibit ini bertujuan untuk melunakkan biji sehingga bibit cabe cemat berkecambah.

Baca juga: Cabe carolina reaper

  1. Siapkan media tanam untuk menyemai

Media yang Anda gunakan harus memiliki nutrisi yang pas untuk proses penyemaian. Anda bisa mencampurkan tanah, arang sekam, dan juga kompos dengan perbandingan 2:1:1.

Jika tidak memiliki arang sekam, maka Anda bisa menggunakan tanah dan kompos saja dengan perbandingan 1:1.

  1. Semai biji cabe pada media tanam

Buat lubang sedalam 0,5 cm dan masukkan bibit cabai pada media semai. Jika Anda menggunakan tray semai, maka masukkan satu biji pada satu lubang tray. Namun, jika Anda menggunakan polybag berikan jarak 5 cm antar bibit.

Tutup lubang dan siram dengan sedikit air agar media menjadi lembab dan membantu proses penyemaian lebih cepat.

  1. Tunggu hingga biji cabe keluar tunas

Simpan cabai yang sedang disemai pada tempat yang teduh. Bisa juga dengan menutupnya menggunakan plastic hitam agar air yang terdapat pada media tidak menguap. Tunggu hingga biji cabe mengeluarkan tunas. Biasanya, biji cabe akan mengeluarkan tunas pada hari ke 8-12.

  1. Siram secara berkala hingga terdapat 3 daun baru

Saat daun cabe mulai tumbuh, lakukan penyiraman secara berkala. Untuk menyiram, Anda bisa menggunakan semprotan air. Jika tidak memiliki semprotan air bisa juga dengan menggunakan botol plastic yang tutupnya telah dilubangi.

Saat menyiram, pastikan bahwa Anda menyiram dekat dengan tanah agar akar tidak mudah terkoyak. Cara Menanam Cabe di Rumah ini tentunya sangat mudah untuk Anda lakukan bukan?

Baca juga: Jenis tanaman cabe yang terkenal

  1. Pindahkan bibit cabe pada pot dengan ukuran besar

Pada hari ke 25, biasanya cabe telah memiliki 3-4 lembar daun asli. Jika tanaman cabe sudah menunjukkan hal ini, maka Anda bisa memindahnya pada lahan yang lebih besar.

Jika Anda tidak memiliki lahan yang cukup di area rumah, maka bisa menggunakan pot atau polybag dengan diameter minimal 25cm. Satu pot atau polybag hanya cukup untuk menanam satu bibit cabe saja.

  1. Potong pucuk daun untuk memperbanyak cabang baru

Setelah 2-3 hari bibit dipindahkan, potonglah pucuk daun cabe untuk menghasilkan batang baru. Dengan bertambahnya cabang batang baru, maka akan semakin banyak bunga dan buah cabe yang lebih banyak.

  1. Tunggu hingga muncul batang samping

Agar batang samping baru tumbuh, dibutuhkan waktu paling tidak sekitar 20 hari. Saat batang baru tumbuh, maka bunga dan buah akan tumbuh dari batang baru tersebut.

Dalam beberapa kasus, satu pohon cabe bisa memiliki 8 hingga 10 cabang batang yang mampu menghasilkan buah.

  1. Topang batang cabe menggunakan bambu

Tanaman cabe yang mulai tumbuh besar akan mudah patah karena batangnya tak cukup kuat untuk menopang daun dan buahnya. Agar hal itu tidak terjadi, maka gunakan sebilah bambu untuk menopang batang cabe.

Anda bisa menancapkan bamboo yang telah dibelah dengan memberikan jara 4 cm dari pangkal batang.

  1. Siram tanaman cabe agar tidak kekurangan air

Lakukan penyiraman dengan rutin pagi dan sore. Pastikan bahwa tanah tetap lembab dan tanaman cabe tidak kekurangan air sehingga bisa layu dan mati.

  1. Berikan pupuk agar tanaman tumbuh subur

Selain penyiraman, pemupukan juga sangat penting untuk mempercepat proses berbunga dan juga pembuahan. Berikan nutrisi yang cukup dengan memberikan pupuk secara berkala. Usahakan bahwa tanaman cabe tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang lebat.

  1. Lakukan perawatan terhadap penyakit dan hama

Tanaman cabe sangat rentan terhadap hama dan juga penyakit, oleh karena itu perawatan khusus sangat penting untuk Anda lakukan. Lakukan penyemprotan dengan rutin agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan sehat dan tidak memiliki penyakit.

  • Perawatan Tanaman Cabe di Rumah

Cara Menanam Cabe di Rumah selanjutnya yaitu dengan melakukan memberikan perawatan yang tepat pada tanaman cabe.

Setelah Anda memindah cabe ke lahan atau media yang lebih besar, langkah berikutnya yaitu dengan melakukan perawatan yang tepat pada tanaman cabe.. Adapun beberapa perawatan yang bisa dilakukan yaitu :

  • Pemberian Cahaya yang Cukup

Tanaman cabe merupakan tumbuhan yang melakukan fotosintesis untuk menghasilkan buah. Oleh karena itu tanaman ini membutuhkan pencahayaan yang tepat dan tidak kurang untuk menunjang nutrisinya.

Paling tidak tanaman cabe membutuhkan cahaya matahari secara langsung 5-6 jam per harinya. Jika pemenuhan cahaya matahari tersebut terpenuhi, maka tanaman ini mampu tumbuh dengan baik.

  • Pemberian Pupuk Secara Rutin

Jika Anda menginginkan kualitas cabe yang bagus dan berbuah lebat, maka hal yang tidak boleh Anda lupakan yaitu pemberian pupuk secara rutin. Dalam pemberian pupuk, tersapat beberapa teknik yang bisa Anda lakukan, yaitu :

Pemberian Pupuk Usia 1-30 hari

Pupuk pertama kali bisa diberikan saat tanaman berusia 1-30 hari setelah tumbuhnya tunas. Berikan pupuk organic atau kompos dan hindari pemberian pupuk kimia terlebih dahulu.

Baca juga: Pupuk untuk mempercepat pertumbuhan

Kandungan ph yang terlalu tinggi akan membuat tanaman layu hingga akhirnya mati. Hal ini disebabkan karena tanaman sedang dalam proses pembentukan akar.

Pemberian Pupuk Susulan

Pupuk susulan biasanya dilakukan saat tanaman berusia 30 hari. Anda bisa memberikan pupuk kimia atau menggunakan uream larutan phonska cair, NPK, dan juga TSP.

Pemberian pupuk susulan ini juga masih memerlukan pupuk organic, jadi jangan lupa untuk memberikannya ya! Hal ini sangat penting untuk menjaga kesuburan dan menggemburkan tanah.

Pemberian Pupuk Menjelang Berbuah

Saat tanaman Anda sudah mengeluarkan bunga dan melakukan penyerbukan, jangan memberikan pupuk kimia. Cukup berikan pupuk organic cair yang ditambah dengan larutan pupuk phonska cair.

Gunakan pupuk kandang seperti kotoran kambing atau tai ayam kering. Cara pemupukannya sangat mudah, yaitu dengan menggali lubang di sekeliling tumbuhan dan memendamnya.

Pemupukan tahap ini akan membantu tanaman mendapat sirkulasi udara yang baik dalam tanah serta menjaga unsur hara yang ada di dalam tanah.

Penyiraman Secara Rutin

Sama seperti tanaman lainnya, tanaman cabe juga memerlukan sumber air yang lebih. Apa lagi jika Anda menanam dalam pot atau polybag, tentu saja penyimpanan air tidak sebanyak saat menanam langsung di tanah.

Saat penyiraman, pastikan bahwa Anda menyiram dengan cukup. Jangan kekurangan dan juga jangan kelebihan.

Jika tanaman kekurangan air maka bisa mati dan juga layu, dan jika kelebihan bisa mendorong hama, infeksi jamur, dan penyakit lainya. Penyiraman biasanya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Mencabutan Rumput yang Tumbuh

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap tanaman akan ditumbuhi oleh rumput liar. Nah, jika Anda menemukan ruput yang tumbuh di dalam polybag atau pot jangan pastikan bahwa Anda sudah mencabutnya.

Pencabutan rumput sangat penting karena rumput cenderung mengambil ruang nutrisi yang ada pada tanah. Jika tidak, tanaman cabe tidak bisa leluasa menggunakan nutrisi yang ada di dalam tanah.

Mencabuti rumput juga akan membuat tanaman cabe menghasilkan buah yang lebat dan juga bagus.

Perawatan Tanaman dari Hama

Lakukan penyemprotan dengan rutin setiap minggunya. Penyemprotan bisa Anda sesuaikan dengan hama atau penyakit yang sedang dialami oleh tanaman cabe.

Perawatan ini bisa dilakukan dengan melakukan penyemprotan insektisida untuk serangan hama. Penyemprotan fungisida untuk serangan penyakit tanaman karena bakteri dan cendawan. Serta melakukan penyemprotan akarisida untuk serangga tunga.

  • Kesimpulan dan Penutup

Pada dasarnya, menanam cabe bisa Anda lakukan di mana pun. Bahkan jika Anda tidak memiliki pekarangan rumah, Anda masih bisa menanamnya dalam media lainnya seperti pot atau polybag.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman cabe yang Anda tanam akan tumbuh subur dan memiliki buah yang lebat. Pastikan tanaman memiliki nutrisi yang cukup, pencahayaan yang bagus, dan perawatan yang tepat.

Itulah tadi pembahasan mengenai Cara Menanam Cabe di Rumah yang telah kami rangkumkan secara detail dan lengkap. Semoga artikel ini bisa membantu Anda untuk menanam cabe di rumah dengan mudah. See you next artikel!

About the author

Saya merupakan petani yang fokus dalam dunia digital, selain itu saya juga memiliki hoby membudidayakan tanaman terutama jenis jenis cabe hias.

Leave a Comment

Alamat Kami

Dsn. Genting,
Ds. Rogomulyo, Kec. kaliwungu,
Kab. Semarang