Tips cabe

Tips cabe

Berikut ini 15 Jenis Cabe Hias Belum Anda Ketahui

Berikut ini 15 Jenis Cabe Hias Belum Anda Ketahui

Berikut ini 15 Jenis Cabe Hias Belum Anda Ketahui – Cabai adalah jenis tanaman yang sangat familiar dimasyarakat kita Indonesia karena sebagian besar dari kita adalah pecinta pedas. Hampir semua jenis masakan khas Indonesia menggunakan rempah yang bernama cabe. Lidah orang Indonesia juga kebanyakan tidak akan merasa puas jika memakan makanan yang tanpa cabe didalamnya. Meskipun pecinta cabe namun ternyata hanya sebagian kecil saja masyarakat Indonesia yang mengetahui  bahwa cabe sebenarnya mempunyai berbagai macam jenis.

Selama ini yang diketahui dan familiar dimata masyarakat hanyalah cabe rawit, cabe keriting dan paprika saja. Padahal ternyata jenis cabe- cabean ada banyak jenis dan ukurannya. Bahkan, kebanyakan dari varietas cabe yang jarang diketahui orang adalah jenis cabe yang biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Meskipun begitu, karena manfaat utama cabe adalah sebagai bumbu dan penambah rasa pedas, maka kebanyakan dari cabe-cabe ini tentu bisa dimanfaatkan juga sebagai bumbu dapur.

Dibawah ini adalah 15 jenis cabe hias yang belum Anda ketahui dan belum familiar dimata masyarakat:

1. Sparkler

1. Sparkler

Cabe sparkler termasuk ke dalam golongan Capsicum Annum yang memiliki pohon sangat pendek tapi buah yang dihasilkan sangat ramai. Bentuk pohonnya adalah berupa tanaman perdu yang cenderung ke bulat. Tingkat atau level kepedasan cabe ini hampir sama dengan cabe rawit. Selain untuk hiasan, cabe ini juga tergolong cabe yang bisa digunakan untuk kebutuhan dapur.

2. Lemon Drop

2. Lemon Drop

Yang kedua adalah cabe Lemon drop atau disebut juga Pepper Hot Lemon. Cabe ini berwarna kuning segar yang sangat cerah. Dinamakan Lemon Drop karena rasanya unik terdapat sedikit rasa citrus dan juga memiliki warna kuning mengkilap seperti buah lemon. Bibit Cabe Hias ini berasal dari negara Peru. Ketika masih muda berwarna hijau dan jika sudah matang berwarna kuning. Cabe ini bisa dipanen ketika berumur 80 hari.

3. Purple Ufo

Purple Ufo

Salah satu dari 15 jenis cabe hias yang belum Anda ketahui selanjutnya yaitu cabe Purple Ufo. Cabe Purple Ufo merupakan cabe yang termasuk ke dalam golongan Capsicum Annum sama dengan cabe rawit hijau. Golongan Anuum terkenal dengan cabe yang lebih cepat berbuah dibandingkan dengan jenis Capsicum Chinense. Buahnya lumayan besar meskipun tidak sebesar paprika. Tapi level pedasnya berada diatas cabe rawit, padahal biasanya jenis anuum ini lebih sering berasa hambar atau dibawah level rawit.

4. Bolivian Rainbow

Bolivian Rainbow

Cabe hias satu ini berasal dari negara Bolivia dan dalam satu pohon terdapat bermacam- macam warna seperti pelangi. Itulah kenapa cabe ini dinamakan dengan cabe Bolivian Rainbow. Cabe ini berukuran kecil, buah agak bulat, berdaun gelap dan tingkat kepedasannya sedang. Cabe ini memiliki 4 tahapan warna. Ketika muda cabe ini berwarna ungu, kemudian berubah menjadi kuning, berubah lagi menjadi orange dan setelah matang berwarna merah.

5. Billy Goat

Billy Goat

Cabe jenis ini merupakan cabe hias yang mempunyai rasa sangat pedas. Daging buahnya agak tebal, ketika mudah warnanya hijau, kemudian berubah menjadi orange dan saat matang berwarna merah tua. Cabe ini buahnya menyerupai pendant dan aromanya mirip buah cherry. Cabe ini termasuk kedalam jenis tanaman prolific.

6. Yellow Chaputinho

Yellow Chaputinho

Selanjutnya yaitu cabe Yellow Chaputinho yang mempunyai karakter unik. Dalam satu pohon buahnya bisa mencapai 300 buah. Saat mentah berwarna hijau tua, kemudian jadi hitam, dan saat matang berwarna orange. Cabe ini memiliki level kepedasan tingkat sedang.

Baca juga: Berbagai Manfaat Membudidayakan Cengkeh Bagi Kesehatan

7. Red Lantern

Red Lantern

Urutan nomer tujuh dari 15 jenis cabe hias yang belum Anda ketahui yaitu Red Lantern. Cabe ini masuk kedalam golongan Capsicum Chinense. Saat mentah warnanya hijau muda, dan ketika matang berwarna merah segar. Bentuk buahnya sangat khas sekali yaitu meruncing kebawah. Cabe ini memiliki tingkat kepedasan selevel Habanero tetapi tidak langu.

8. Candle Light

Candle Light

Cabe ini disebut juga cabe tumpuk karena bertumpuk pada satu tangkainya menyerupai posisi lilin menyala yang bertumpuk. Itulah kenapa dinamakan Candle Light. Cabe ini juga bisa dimakan dan cocok ditanam secara berkelompok karena akan menghasilkan tanaman yang sangat indah, terutama jika di jadikan sebagai tanaman hias indoor di rumah anda.

9. Habanero Adalberto

Habanero Adalberto

Cabe ini disebut juga cabe gendol atau cabe gendot. Tingkat kepedasannya berada dilevel tinggi melebihi cabe rawit. Cabe ini berasal dari Amazon dan bisa tumbuh juga di Indonesia. Cabe ini juga merupakan jenis tanaman yang berbunga abadi jika dirawat dengan baik dan bisa berbuah sepanjang tahun.

10. Giant Jalapeno

Giant Jalapeno

Selanjutnya ada varietas cabe Giant Jalapeno yang juga merupakan salah satu dari 15 jenis cabe hias yang belum Anda ketahui. Cabe ini memiliki nama lain Mammoth Jalapeno karena memiliki ukuran yang jumbo hingga 2 kali ukuran Jalapeno biasa. Cabe jenis ini memiliki skin pod yang retak- retak dan diluar negeri dijadikan sebagai acar.

11. Yellow Devil’s Tongue

Yellow Devil’s Tongue

Cabe jenis ini dinamakan Yellow Devil’s Tongue karena berwarna kuning seperti lemon, beraroma cytrus dan memiliki level kepedasan setingkat Habanero yang sangat pedas sampai bisa menangis saat memakannya. Itulah kenapa yang bisa memakan cabe jenis ini hanya yang mempunyai lidah kuat pedas saja (lidah setan).

12. Cajamarca

Cajamarca

Cabe satu ini berasal dari negara Peru dan memiliki khas cabang yang berbulu. Tingkatan warnanya dari mentah ke matang yaitu berawal dari hijau muda, ungu, kuning, orange dan kemudian menjadi merah. Cabe ini sangat produktif dan perawatannya pun cukup mudah.

13. Pimenta Puma

Pimenta Puma

Pimenta puma juga merupakan salah satu dari 15 jenis cabe hias yang belum Anda ketahui yang memiliki penampilan berbeda. Cabe ini mempunyai warna yang tidak biasa yaitu berwarna ungu tua nyaris hitam ketika muda dan coklat gelap mengkilat sedikit kekuningan saat matang. Cabe ini merupakan cabe hasil silangan dari jenis Pimenta de Neyde dan Golden Habanero.

14. Garda Firework

Garda Firework

Cabe satu ini namanya cukup unik. Selain bisa dimakan cabe ini juga cantik untuk dijadikan tanaman hias karena buahnya berwarna warni dan sangat menarik perhatian. Cabe ini memiliki bentuk buah yang khas, yaitu panjang, ramping, tumbuh tegak keatas dan bergerombol. Cabe jenis Garda Firework memiliki level kepedasan yang sangat tinggi.

15. Sweet italian

Sweet italian

Jenis satu ini merupakan jenis cabe yang berasal dari italia seperti namanya. cabe ini merupakan jenis cabe yang sangat besar. Besar dari cabe ini bisa mencapai tangan orang dewasa. kebayang kan besarnya seperti apa. namun walaupun bentuknya besar akan tetapi tidak memiliki rasa pedas akan tetapi cenderung rasa manis seperti paprika. itulah mengapa di sebut sebagai sweet italian.

Demikian informasi tentang 15 jenis cabe hias yang belum Anda ketahui dan belum familiar dikalangan masyarakat. Meskipun begitu, bagi para petani cabai atau pecinta tanaman hias pasti sedikit banyak sudah pernah mendengar tentang cabe hias diatas. Karena masih belum banyak yang tahu mengenai cabe hias ini, Anda bisa memanfaatkannya untuk dibudidayakan jika Anda berminat. Semoga berhasil dan selamat bercocok tanam ya!

Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe

Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe untuk Pestisida Alami

Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe – Jika Anda telah memutuskan untuk menanam dan merawat tanaman, secara tidak langsung Anda harus cermat terhadap hama pada tanaman. Untuk membasmi hama tersebut, Anda juga harus tahu bagaimana caranya dan dengan menggunakan apa.

Biasanya, untuk membasmi hama yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan pestisida. Pestisida sendiri bisa berasal dari pabrik (kimia) dan juga pestisida dari tumbuhan (nabati)

Pestisida kimia tentu saja berasal dari bahan-bahan kimia yang terbuat oleh pabrik. Sedangkan, pestisida nabati terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Sebelum menggunakan pestisida nabati banyak petani yang memilih menggunakan produk pabrik.

Namun, seiring berjalannya waktu banyak orang yang mulai menyadari bahwa penggunaan pestisida nabati lebih aman digunakan. Petani- petani pun lebih memilih untuk menggunakan bahan alami untuk menjaga lingkungan sekitar.

Baca juga: Cara mempercepat pertumbuhan cabe

Salah satu tumbuhan yang memiliki manfaat banyak bagi tanaman cabe yaitu tanaman kunyit. Tanaman kunyit diyakini memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh para petani. Selain mampu menjaga lingkungan agar tidak terkena bahan kimia berikut kami telah merangkum Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe, yaitu :

Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe

Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe

Untuk tanaman cabe, biasanya kunyit dijadikan sebagai pestisida dan fungisida alami. Ekstra kunyit mampu menekan perkembangan cendawan R. microps seta mampu mengurangi tanaman cabe dari serangan jamur akar putih.

Bagaimana tidak, kunyit memiliki kandungan yang sangat melimpah antara lain sikurkumin, kurkumin, kolatil oil yang terdiri dari tumeon, felandren, borneol, zingiberen, sineil, dan keton sesuiterpen dan demetoksikurkumin.

Karena kandungan itulah kunyit bisa Anda gunakan untuk membasmi berbagai macam hama yang sering menyerang tanaman cabe.

Selain itu pada tanaman cabe, kunyit dapat Anda gunakan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang bisa memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Karena, pemberian pestisida kimia secara berlebihan juga bisa merusak ekosistem air dan tanah serta pencemaran air dan juga tanah.

Karena hal itulah, penggunaan pestisida alami dari kunyit sangat bagus untuk digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit dan juga hama dari tanaman cabe.

Adapun hama yang sering menyerang tanaman cabe yaitu :

  1. Kutu Daun (Aphididaei).
  2. Lalat Buah (Bactrocera SP).
  3. Kutu Kebul (Bemisi Tabachi).
  4. Kutu Daun Persik (Myzus Persicae).
  5. Ulat Grayak (Spodoptera Litura Fabricus).
  6. Daun Keriting Trhips (Triphips Parvispinus).
  7. Tungau Kuning (Polyphagotarsonemus Latus)
  8. Daun Keriting Tungau Merah (Tetranycus SP.)
  9. Ulat Tanaha (Helicoverpa SP. Dan Spodoptera Exigua).

Dari berbagai jenis hama yang menyerang tanaman cabe ternyata bisa Anda atasi dengan menggunakan kunyit.

Cara Membuat Pestisida Alami dari Kunyit

Pestisida alami dari kunyit ini sangat mudah untuk Anda buat sendiri di rumah, beginilah cara membuatnya :

  1. Siapkan ekstrak kunyit dari 20 gram parutan rimpang kunyit
  2. Siapkan 8-12 ml deterger
  3. Sediakan 200 ml urine sapi
  4. Sediakan 2-3 liter air bersih
  5. Setelah semua bahan tersedia, rendam parutan kunyit  ke dalam urine sapi
  6. Saring larutan tersebut
  7. Tambahakan 2-3 liter air bersih
  8. Lalu, masukkan deterjen dan aduk hingga rata
  9. Larutan tersebutlah yang nantinya akan digunakan untuk menyemprot tanaman cabe

Penggunaan pestisida kunyit ini dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari. Hama yang bisa hilang oleh pestisida ini antara lain ulat tanah, belalang, penggerek batang, embun tepung, kutu daun, dan ulat jengkal

Pestisida Alami Lainnya untuk Tanaman Cabe

Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe memang tidak usah Anda ragunakan lagi. Namun, selain kunyit, ada beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan sebagai pestisida pada tanaman cabe. Pestisida tersebut bisa terbuat dari daun pepaya, daun sirsak bahkan tembakau.

Baca juga: Fungisida yang bagus untuk cabe

Berikut ini adalah cara membuat pestisida alami untuk tanaman cabe, antara lain :

Pestisida dari Daun Sirsak

Untuk membuat pestisida dari daun pepaya sangatlah mudah untuk dilakukan, berikut ini adalah bahan dan juga cara menggunakannya, yaitu.

  1. Siapkan daun sirsak sekitar 100 lembar
  2. Siapkan 5 liter air bersih
  3. Sediakan 1 sendok makan deterjen
  4. Jika semua bahan sudah Anda siapkan, maka haluskan daun sirsak. Bisa dengan menumbuk atau memblender.
  5. Jika daun sirsak telah halus, tambahkan air 5 liter
  6. Selanjutnya peras dan saring campuran daun sirsak dan air tersebut
  7. Berikan deterjen ke dalam perasan air daun sirsak tersebut dan aduk hingga rata
  8. Biarkan cairan tersebut selama satu malam pada suhu ruang
  9. Setelah 1 malam, encerkan larutan yang telah di buat menggunakan air dengan perbandingan 1:10
  10. Larutan daun sirsak inilah yang akan Anda gunakan untuk membasmi berbagai macam penyakit pada tanaman cabe

Penggunaan pestisida alami ini sangat mudah. Yaitu dengan menyemprotkan cairan secara emrata pada semua bagian tanaman yang terkena penyakit agar bisa terobati dengan cepat.

Pestisida dari Daun Pepaya

Untuk membuat pestisida dari daun pepaya sangatlah mudah untuk dilakukan, berikut ini adalah bahan dan juga cara menggunakannya, yaitu

  1. Siapkan air bersih sekitar 10 liter
  2. Siapkan daun pepaya segar sekitar 1 kg
  3. Haluskan daun pepaya dengan cara ditumbuk atau bisa juga dengan diblender
  4. Campurkan daun pepaya halus ke dalam 10 liter air dan rendam selama kurang lebih 24 jam pada suhu ruang.
  5. Jika telah direndam selama 24 jam maka saringlah rendaman daun pepaya tersebut
  6. Saringan daun pepaya inilah yang akan Anda gunakan untuk membasmi daun cabe dari serangan kutu.

Untuk menggunakannya pun sangat mudah, yaitu dengan menyemprotkannya pada daun yang terinfeksi oleh kutu. Dengan menggunakan pestisida alami ini, tentu saja tanaman cabe akan jauh lebih sehat.

Pestisida dari Daun Tembakau

Siapa sangka, jika daun tembakau juga bisa digunakan untuk membuat pestisida alami. Untuk membuat pestisida dari daun pepaya sangatlah mudah, berikut ini adalah bahan dan juga cara menggunakannya, yaitu

  1. Siapkan daun tembakau sekitar 0,25 kg
  2. Sediakan belerang sekitar 3 ons
  3. Siapkan abu kapur sekitar 2 kg
  4. Serta siapkan air secukupnya
  5. Jika semua bahan telah ada, maka rendam semua bahan tadi ke dalam air bersih selama 4-5 menit
  6. Setelah di rendam, saring air rendaman dengan saringan halus
  7. Air yang telah tersaring itulah yang akan Anda gunakan untuk menjadi pestisida alami

Untuk menggunakannya pun sangat mudah, yaitu dengan menyemprotkan nya pada seluruh bagian tanaman cabe secara merata.

Kesimpulan dan Penutup

Jadi, kunyit memiliki berbagai macam kandungan yang bisa digunakan untuk membasmi hama pada tanaman cabe. Bahkan dengan menggunakan kunyit, lingkungan akan lebih terjaga dari zat-zat kimia sehingga akan jauh lebih sehat.

Selain dengan kunyit, masih banyak juga tanaman lainnya yang bisa digunakan untuk menjadi fungisida pada tanaman cabe yang Anda miliki.

Demikian artikel mengenai Manfaat Kunyit untuk Tanaman Cabe dengan membaca artikel ini kami berharap Anda akan lebih semangat menggunakan bahan-bahan alami untuk menjaga tanaman cabe Anda.

Sekian dulu artikel jual cabe hias ini kami buat, silahkan tinggalkan pesan jika Anda membutuhkan informasi lainnya seputar tanaman cabe. See you next artikel, bye bye!

Cara Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Cabe

Cara Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Cabe

Dalam menanam atau budidaya cabe, petani pasti menginginkan tanaman cabe bisa tumbuh lebih cepat. Agar bisa segera menikmati buah cabe yang mereka tanam.

Secara umum, tanaman cabe akan berbuah setelah 90 hari atau 3 bulan setalah kita tanam. Dengan jangka waktu tersebut, tentu petani harus merawatnya dengan benar. Untuk menghasilkan buah cabe yang bagus.

Dalam kondisi tertentu, pertumbuhan tanaman cabe bisa saja melambat. Sehingga, petani bisa terlambat panen. Apa sih penyebab pertumbuhan cabe menjadi lambat? dan bagaimana cara mempercepat pertumbuhan tanaman cabe tersebut? Berikut ulasannya.

Alasan Pertumbuhan Cabe Lambat

1. Faktor Internal

Alasan pertumbuhan cabe yang lambat dapat berasal dari faktor internal. Faktor internal ini adalah faktor yang berasal dari tanaman cabe itu sendiri. Penyebabnya bisa berupa bibit yang kurang unggul, pengaruh hormon dan enzim, serta gangguan lainnya.

Hormon dan enzim pada tananam cabe bisa berubah karena kondisi tertentu. Misalnya terjadi kerusakan pada enzim yang berperan dalam proses pertumbuhan tanaman cabe. Maka pertumbuhan tanaman cabe bisa terhambat.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar tanaman cabe. Biasanya berkaitan dengan lingkungan dan perlakuan petani terhadap tanaman cabe. Apabila petani tidak merawat tanaman cabe dengan baik, maka pertumbuhannya bisa melambat.

Baca juga: Manfaat garam untuk tanaman cabe

Contohnya, petani tidak melakukan penyiraman tanaman cabe secara berkala. Akibatnya, tanaman kekurangan air sehingga proses pertumbuhannya terganggu. Faktor eksternal berkaitan dengan faktor teknis dalam merawat tanaman cabe.

Jadi, faktor eksternal ini bisa diatasi apabila petani mempunyai persiapan yang cukup serta telaten dalam merawat tanaman cabe. Lalu, bagaimana cara mempercepat pertumbuhan tanaman cabe? Agar petani bisa segera merasakan buahnya?

Cara Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Cabe

Cara Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Cabe 2

  • Menyiram Tanaman Cabe Secara Rutin

Menyiram tanaman merupakan hal yang paling sederhana. Walaupun begitu, penyiraman tanaman yang rutin dapat merangsang pertumbuhan tanaman cabe. Pada beberapa kondisi, tanaman cabe memerlukan lebih banyak air untuk tumbuh.

Misalnya pada saat tanaman cabe memasuki musim kemarau. Lakukan penyiraman rutin sehari 2x. Sebab, pada saat itu tanaman cabe memerlukan air yang cukup. Sementara pada musim hujan, anda tidak perlu menyiramnya. Tetapi pastikan area penanaman tidak tergenang air. Sebab, air yang berlebihan akan mempengaruhi proses pertumbuhan.

  • Melakukan Penyiangan

Lakukan penyiangan secara teratur. Penyiangan tidak hanya dilakukan pada tanaman cabe. Melainkan pada berbagai tanaman budidaya. Penyiangan merupakan proses membersihkan lingkungan tanaman dari tanaman pengganggu atau gulma sekaligus membersihkan tanaman yang berpenyakit.

Penyiangan pada tanaman cabe dapat petani lakukan pada 15 hari pertama. Kemudian pada 30-35 hari setelahnya. Pada waktu tersebut, biasanya banyak tanaman pengganggu yang cukup menghambat pertumbuhan tanaman cabe.

Selain itu, membuang tanaman cabe yang berpenyakit bertujuan agar penyakit tidak merembet pada tanaman cabe lainnya. Untuk melakukan penyiangan, gunakanlah sarug tangan dan alat pendukung lainnya.

Baca juga: Cara menyimpan cabe biar awet

Anda juga perlu berhati- hati jangan sampai merusak tatanan tanaman cabe yang anda pelihara. Bersihkan juga ulat yang terlihat mengganggu maupun bekicot.

  • Memangkas Cabe Secara Berkala

Cara mempercepat pertumbuhan tanaman cabe selanjutnya dengan memangkas tanaman cabe secara berkala. Pemangkasan pada tanaman cabe dapat petani lakukan pada saat umur tanaman sudah memasuki 45 hari atau 60 hari.

Dalam rentang waktu itu, petani minimal sudah memangkas tanaman cabe sebanyak satu kali. Manfaat dari pemangkasan tanaman yaitu merangsang pertumbuhan tanaman cabe lebih cepat. Setalah melakukan pemangkasan, maka tanaman akan menumbuhkan tunas baru dan tanaman cabe menjadi lebih lebat.

Selain itu, pemangkasan juga merangsang perbaikan organ pada tanaman. Sehingga pertumbuhan tanaman cabe lebih cepat dan memiliki batang serta akar yang kuat.

  • Memberikan Pupuk yang Tepat

Selanjutnya, petani harus memberikan pupuk yang tepat pada tanaman cabe. Pupuk ini bermanfaat untuk menutrisi tanaman cabe. Tanaman cabe tanpa pupuk saja tidak cukup. Proses prtumbuhan tanaman cabe harus didukung dengan nutrisi yang cukup.

Pupuk biasanya mengandung nutrisi yang mampu mempercepat pertumbuhan tanaman cabe. Sehingga, tanaman cabe dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

  • Pemupukan Secara Berkala

Pemberian pupuk harus dilakukan secara berkala. Selain pemupukan secara berkala, gunakan pupuk nitrogen yang cukup. Nitrogen biasanya membuat tanaman cabe berdaun lebat namun malas berbuah. Pemberian Nitrogen secara berkala dengan aturan pengurangan harus diterapkan. Supaya cabe cepat berbuah.

Untuk merangsang pertumbuhan, tambahkan kadar fosfor, potasium, dan mikroba penyubur pada tanaman cabe. Berikan pula pupuk kompos dan pupuk kandang.

  • Melakukan Penyemprotan

Perhatikan kondisi tanaman cabe. Jika terdapat hama maupun penyakit pada tanaman cabe, maka petani harus segera mengambil langkah. Caranya dengan melakukan penyemprotan terhadap tanaman cabe tersebut.

Sesuaikan penyemprotan dengan masalah yang terjadi. Jika penyebabnya adalah hama berupa jamur, petani dapat menggunakan pestisida jenis fungisida. Sedangkan apabila penyebanya adalah serangga seperti ulat grayak, kutu, dan sebagainya anda bisa menggunakan pestisida jenis insektisida.

  • Menggunakan Pot atau Polybag Mengikuti Pertumbuhan Cabe

Tidak semua orang menanam tanaman cabe pada area atau lahan terbuka. Ada juga yang menanamnya dalam pot maupun polybag. Untuk petani yang menggunakan pot atau polybag untuk menanam tanaman cabe.

Petani harus mengganti pot atau polybag secara berkala mengikuti pertumbuhan tanaman cabe. Tidak mungkin jika tanaman cabe yang sudah berdaun lebat harus menggunakan pot atau polybag berukuran kecil.

Media tanam yang sempit akan menyebabkan tanaman cabe sulit tumbuh. Akibatnya, tanaman cabe bisa saja menjadi kerdil. Pastikan media tanam mencukupi untuk pertumbuhan tanaman cabe.

  • Memperhatikan Pemenuhan Sinar Matahari

Selanjutnya perhatikan pemenuhan sinar matahari untuk tanaman cabe. Seperti yang kita tahu, sinar matahari memiliki peran penting dalam proses fotosintesis yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Masalahnya, tidak semua orang menanam cabe pada lahan terbuka. Ada juga yang menanam tanaman pada ruangan tertutup. Meskipun begitu, anda tidak perlu khawatir. Sekarang ini tersedia growing light atau lampu tumbuh tanaman.

Akan tetapi, lebih baik anda memberikan sinar matahari yang cukup untuk tanaman cabe. Jadi, tanamlah tanaman cabe pada tempat yang mendapatkan sinar matahari. Supaya proses pertumbuhannya pun terdukung.

  • Merangsang tanaman cabe dengan ZPT

ZPT atau zat pengatur tumbuh adalah bahan atau zat yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman cabe. ZPT dapat berasal dari tanaman maupun dari pupuk. Dari tanaman, ZPT da[at berupa hormon pertumbuhan seperti Giberelin.

Selain itu tersedia juga pupuk atau zat sintesis yang mengandung ZPT. Anda bisa menggunakan ZPT untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman cabe.

Demikian artikel jual cabe hias mengenai cara mempercepat pertumbuhan tanaman cabe yang dapat anda lakukan. Dari sekian banyak cara yang tersedia, anda dapat mencoba semua cara tersebut dari mulai cara yang paling sederhana.

Jual cabe hias murah

Cara Menyimpan Cabe Biar Awet

Cabe merupakan salah satu jenis sayuran yang paling sering kita temui. Selain sebagai sayuran, buah cabe ternyata termasuk sebagai bumbu dapur. Cabe sebagai sayuran dan bumbu dapur yang berasal dari alam.

Memiliki karakteristik dapat membusuk jika terlalu lama disimpan dalam suhu ruangan. Kelembapan dalam suhu ruangan mempengaruhi tingkat kebusukan cabe. Sehingga cabe bisa cepat busuk.

Cabe yang sudah busuk tentunya tidak dapat kita konsumsi karena bau dan tidak enak. Lalu, bagaimana cara menyimpan cabe biar wet dan tahan lebih lama. Sebelumnya, anda harus mengetahui berapa lama cabe mampu bertahan sebelum menggunakan cara ini dan sesudahnya.

Cara Menyimpan Cabe Biar Awet

Berapa Lama Cabe Mampu Bertahan?

Secara umum, sayuran termasuk pada bahan makanan yang sifatnya cepat busuk. Salah satu contohnya yaitu cabe. Cara penyimpanan yang salah pada cabe akan mengakibatkan cabe cepat busuk dan tidak layak konsumsi.

Cabe mampu bertahan selama 2 atau 3 hari dalam suhu ruangan. Tergantung pada tingkat kelembapan ruangan tempat menyimpan cabe. Semakin lembap ruangan tersebut semakin cepat cabe membusuk.

Jika anda menggunakan cara yang tepat untuk menyimpan cabe. Cabe mampu bertahan lebih lama hingga 3 bulan lamanya. Nah, bagaimana cara menyimpan cabe biar awet sampai 3 bulan? Berikut adalah jawabannya.

Cara Menyimpan Cabe Biar Awet

1 Hindari Mencuci Cabe dengan Air

Seperti yang kita ketahui, kelembapan mampu membuat sayuran cepat busuk. Termasuk mencuci buah cabe yang akan kita simpan. Menghindari mencuci cabe yang akan kita simpan merupakan langkah sederhana dengan efek yang besar.

Baca juga: Ukuran polybag untuk cabe dan manfaatnya

Kadar air yang menyentuh permukaan buah cabe, akan mempercepat proses pembusukan yang terjadi. Jadi, agar buah cabe mampu bertahan lebih lama jangan mencuci buah cabe tersebut. Jika hendak mencucinya, cucilah pada saat anda akan menggunakan atau mengkonsumsi cabe tersebut.

2 Memetik Cabe dengan Menyisakan Sedikit Tangkai

Jika anda memperoleh cabe dengan cara memetiknya langsung di perkebunan. Maka petiklah cabe dengan menyisakan sedikit tangkainya. Anda bisa memetik tangkainya dengan panjang tangkai kira- kira setengahnya dari panjang keseluruhan.

Memotong tangkai pada buah cabe secara keseluruhan akan mempercepat pembusukan. Jadi, petiklah cabe dengan cara benar.

3 Memilih Cabe yang Masih Segar

Sebagai petani yang memetik cabe maupun pembeli yang membeli cabe di pasar. Langkah yang benar adalah memilh cabe yang masih segar. Hindari memilih buah cabe yang sudah layu atau berkerut.

Tingkat kesegaran buah cabe akan mempengaruhi seberapa lama cabe dapat bertahan. Umumnya, cabe yang sudah layu atau terlihat basah akan cepat membusuk.

4 Memisahkan Cabe Layu dengan Cabe yang Segar

Langkah berikutnya, pisahkan cabe yang sudah layu dengan cabe yang masih segar. Cabe yang masih segar bisa saja cepat membusuk apabila berada atau berdekatan dengan cabe yang sudah busuk.

Cabe yang sudah busuk akan mengeluarkan air dan membuat lingkungannya menjadi lembap. Itulah penyebab, mengapa cabe yang segar bisa cepat busuk apabila berdekatan dengan cabe yang busuk.

5 Manfaatkan Bawang Putih agar Cabe Lebih Awet

Banyak orang sudah membuktikan efek penggunaan bawang putih dalam proses penyimpanan cabe. Bisa kita bilang juga menggunakan bawang putih merupakan cara menyimpan cabe biar awet yang sangat ampuh.

Caranya, siapkan wadah dan kupaslah bawang putih sebanyak satu atau dua siung tergantung banyaknya cabe yang akan anda simpan. Berikutnya, masukan cabe dalam wadah penyimpanan yang telah anda siapkan.

Sebelumnya, masukan tisu pada wadah tersebut. Tisu berperan sebagai media yang akan menyerap kelembapan pada wadah penyimpanan tersebut. Berikutnya, simpan cabe dan bawang putih.

Mengapa bawang putih mampu memperlambat pembusukan pada cabe? Karena bawang putih mengandung zat anti bakteri yang mampu memperlambat pertumbuhan bakteri pembusukan pada cabe.

6 Gunakan Wadah yang Rapat

Cara menyimpan cabe biar awet selanjutnya menggunakan wadah yang rapat. Gunakanlah wadah yang rapat dan tertutup. Jangan memilih wadah yang terbuka. Karena wadah yang terbuka untuk media penyimpanan cabe akan terpapar udara.

Udara akan mempengaruhi kelembapan cabe. Yang berakhir pada proses pembusukan yang begitu cepat. Meskipun menggunakan bawang putih, jika anda menggunakan wadah yang terbuka maka percuma saja.

Anda bisa memanfaatkan toples atau plastik untuk menyimpan cabe.

7 Tidak Mencampur Cabe dengan Sayuran Lain

Berikutnya, pisahkan cabe dengan sayuran lain. Setiap jenis sayuran memiliki waktu bertahan yang berbeda- beda dalam proses pembusukan. Ada sayuran yang cepat membusuk dan ada yang tidak. Sayuran yang cepat membusuk akan membuat wadah menjadi lembap bahkan berair.

Sehingga, mencampur cabe dengan sayuran lain akan mebuat cabe cepat busuk. Pun sebaliknya. jadi, pisahkan cabe dengan wadah khusus.

8 Menyimpan Cabe di dalam Kulkas

Seperti yang kita tahu, kulkas berguna untuk mengawetkan makanan atau minuman karena temperaturnya yang dingin. Anda bisa memanfaatkan kulkas untuk mengawetkan cabe. Setelah disimpan pada wadah yang rapat, anda bisa memasukkannya kedalam kulkas.

Temperatur kulkas yang dingin akan menghambat bahkan menghilangkan kelembapan. Sehingga, bentuk dan rasa cabe akan terjaga. Selain itu, karena suhunya yang dingin. Cabe yang anda masukkan ke dalam kulkas cenderung terjaga kesegarannya.

Hal ini juga berlaku untuk sayuran lain. Gunakanlah kantong kresek untuk menyimpan sayuran lain pada kulkas. Hal ini juga mencegah adanya bau tidak sedap pada kulkas.

Cara Menyimpan Cabe Biar Awet dengan Cara Pengawetan

Cara Menyimpan Cabe Biar Awet

Jika anda merasa cara menyimpan cabe biar awet melalui proses tadi kurang lama. Maka, anda bisa mencoba mengawetkan cabe dengan cara- cara berikut.

Baca juga: Obat hama cabe paling ampuh

1 Dikeringkan

Cara mengawetkan cabe yang pertama yaitu dengan cara pengeringan. Pengeringan ini bisa kita lakukan dengan cara konvensional maupun cara modern. Cara konvensional yaitu cara tradisional, anda bisa menjemur cabe di bawah sinar matahari sampai benar- benar kering.

Cara modern yaitu dengan cara memanggang cabe dalam microwave maupun oven. Gunakan loyang, lalu tata cabe kemudian masukan pada oven atau microwave. Cara tradisional membutuhkan waktu yang lbih lama dari cara modern.

2 Dibekukan

Selain pengeringan, kita juga bisa memanfaatjkan pembekuan. Berbeda dengan kulkas pending biasa, kali ini anda akan menfaatkan freezer. Gunakanlah plastik ziplock atau plastik apapun yang dapat menyimpan cabe dengan rapat.

Masukkan cabe pada plastik, lalu simpan pada freezer.

3 Mengawetkan Cabe Memanfaatkan Minyak Zaitun

Selanjutnya, mengawetkan cabe dengan memanfaatkan minyak zaitun. Siapkan minyak zaitun dalam toples. Ambil cabe yang akan diawetkan, oven terlebih dahulu agar cabe menjadi kering. Kemudian masukkan pada toples yang sudah berisi minyak zaitun.

Demikian cara menyimpan cabe dari kami jual cabe hias agar lebih tahan lama dan cara mengawetkannya. Dari cara- cara tersebut, manakah yang menurut anda paling mudah? Silahkan untuk mencoba. Terimakasih.

Obat Hama Cabe Paling Ampuh

Obat Hama Cabe Paling Ampuh

Hama merupakan segala bentuk gangguan baik pada manusia maupun makhluk hidup lainnya seperti tanaman dan hewan. Dalam budidaya tanaman, hama adalah gangguan organisme yang dianggap merugikan bagi tanaman tersebut.

Baca juga: Jual cabe hias

Sedangkan, hama pada tanaman cabe yaitu segala bentuk gangguan organisme yang merugikan tanaman cabe sehingga membuat tanaman cabe menjadi rusak, patah, bahkan mati. Ketika hama menyerang, daun- daun pada tanaman cabe bisa rusak seperti bolong- bolong.

Bahkan, hama dapat merusak buah cabe dan batangnya. Sehingga, buah cabe tidak layak lagi dikonsumsi maupun dijual sebab cabe busuk. Lebih parahnya, hama juga dapat mematikan tanaman cabe. Nah, bagaimana cara mengatasi hama? Berikut jawabannya.

Obat Hama Cabe Paling Ampuh

Obat Hama Cabe Paling Ampuh

Untuk mengusir hama, petani bisa menggunakan obat hama cabe paling ampuh. Obat hama mengandung pestisida yang berguna untuk menghilangkan hama dari tanaman cabe. Obat untuk mengusir hama pada tanaman cabe yaitu pestisida.

Apa itu pestisida? Pestisida merupakan zat kimia atau bahan yang berfungsi untuk membasmi hama seperti gulma, organisme pengganggu dan sebagainya. Dalm hal ini pestisida mampu membasmi organisme yang menggangu tanaman cabe.

Sekaligus mengusir tanaman pengganggu pada budidaya cabe. Tahukah anda, bahwa ternyata pestisida sebagai obat hama ternyata bermacam- macam jenisnya? Berikut adalah jenis- jenis pestisida untuk cabe.

Baca juga: Ukuran polybag untuk cabe dan manfaatnya

Jenis- Jenis Pestisida untuk Cabe

1 Akarisida

Jenis pestisida yang pertama yaitu akarisida. Akarisida merupakan bahan atau zat kimia yang mampu membasmi hama berbentu kutu pada tanaman cabe. Kutu- kutu tersebut memiliki efek yang buruk pada daun tanaman. Karena bisa membuat daun tanaman menjadi kecil atau kerdil. Contoh hama kutu yaitu tungau dan kutu daun. Kedua organisme tersebut bisa membuat daun cabe menjadi keriting

2 Fungisida

Sesuai dengan namanya, fungisida berhubungan dengan organisme kelompok fungi atau jamur. Fungisida dapat membasmi hama yang berasal dari jamur atau cendawan. Hama yang tampak pada tanaman cabe bisa berupa serbuk atau tepung maupun ada yang cair. Hama jenis ini bisa membuat buah cabe menjadi busuk, daunnya layu bahkan busuk, batang tanaman busuk, dan patek.

3 Bakterisida

Bakterisida adalah jenis pestisida yang tidak berhubungan dengan hama namun lebih tepatnya pada penyakit tanaman cabe yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang berkembang biak bisa saja membawa penyakit pada tanaman cabe. Efek buruk bakteri dapat membuat cabe menjadi busuk, layu, maupun daun dan batangnya bercak- bercak.

4 Insektisida

Insektisida merupakan salah satu jenis pestisida yang berguna untuk membasmi hama berbentuk serangga. Ada banyak sekali jenis serangga yang dapat merusak tanaman cabe. Biasanya, hama serangga tersebut akan memakan daun- daun maupun batang tanaman cabe.

Tidak hanya itu, serangga juga bisa memakan buah cabe yang masih muda maupun yang sudah matang. Contoh sari hama serangga tersebut yaitu ulat,jangkrik, belalang, lalat, orong- orong, dan sebagainya.

5 Nematisida

Kemudian Nematisida berperan untuk membasmi hama yang berada dalam tanah. Hama tidak hanya berada dalam permukaan tanah. Akar dari tanaman cabe juga bisa terkena efek buruk dari hama. Misalnya cacing. Cacing yang menjadi hama itu berbeda dengan cacing yang justru menggemburkan tanah.

Rekomendasi Obat Hama Cabe Paling Ampuh Pestisida

Obat Hama Cabe Paling Ampuh

Untuk memilih obat hama cabe yang paling ampuh, kita harus menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi. Jika petani mengalami masalah hama yang berasal dari serangga, alangkah baiknya menggunakan pestisida jenis insektisida dengan merek tertentu.

1 Phefoc Pestisida Organik

Phefoc pestisida organik hadir sebagai obat hama dengan kandungan insektisida organik yang aman bagi tanaman cabe. Obat ini mampu membasmi hama berupa lalat, belalang, semut, aro. kutu daun, ulat dan hama lainnya. Produk ini bekerja dengan menggunakan aroma atau bau serta rasa yang tidak disukai oleh hama.

Phefoc pestisida organik akan merusak jaringan tubuh hama serta meracuni perut hama. Dengan begitu, hama akan mati. Keunggulan dari produk ini, pada saat penyemprotan petani tidak perlu menggunakan masker. Selain itu, terdapat kandungan pupuk yang bermanfaat untuk menyehatkan tanaman cabe.

Baca juga: Cara menanam cabe di rumah

2 Nopatek Fungisida

Nopatek Fungisida merupakan obat hama jenis fungisida dengan kombinasi jamur anti penyakit untuk tanaman khususnya cabe. jadi, selain mampu mengusir hama nopatek juga bisa berguna untuk membasmi penyakit pada cabe.

Adapun hama yang dapat diatasi yaitu busuk buah, busuk akar, busuk batang, akar bengkak, gemini, bercak, busuk daun, dan penyakit lainnya.

3 BVR Nasa

Rekomendasi obat hama cabe berikutnya yaitu BVR Nasa. Cara kerja BVR Nas yaitu masuk melalui mulut organisme kemudian menghancurkan sistem organnya dari dalam. Apabila mengenai kulit organisme, maka akan menghancurkan kulit organisme tresebut dengan enzim.

BVR mampu membasmi hama wereng, kutu daun, walang sangit, dan sebagainya. Keunggulan dari BVR dapat digunakan jangka panjang. Serta ramah terhadap lingkungan.

Obat Hama Cabe Paling Ampuh Alami

Selain menggunakan pestisida, berikut adalah obat hama cabe alami yang dapat anda coba untuk mengusir hama tanaman.

1 Daun Pepaya

Pertama, obat hama cabe alami dari daun pepaya. Cara membuat obat hama ini dengan cara menyiapkan 1 kg daun pepaya. Kemudian haluskan dengan blender maupun dengan cara ditumbuk. Setelah halus, campurkan daun pepaya tersebut dengan 10 liter air bersih.

Gunakan daun pepaya yang masih segar. Agar kandungannya bagus untuk membasmi hama. Simpan campuran tersebut selama sehari semalam atau 24 jam. Setelah itu, anda boleh menyemprotkannya pada tanaman cabe yang terkena hama.

2 Daun Sirsak

Siapkan daun sirsak sebanyak 100 lembar, kemudian haluskan dengan cara di blender atau ditumbuk. Campurkan dengan air sebanyak 5 liter, lalu peras. Ambil air perasannya lalu tambahkan deterjen sebanyak 1 sendok makan.

Simpan campuran tersebut selama 1 malam. Untuk pengaplikasiannya, campurkan campuran tadi dengan air sesuai perbandingan 1:10. Semprotkan pada tanaman cabe yang bermasalah.

3 Brotowali

Cara membuat obat hama alami untuk tanaman cabe dari brotowali yaitu menyiapkan brotowali dan kunyit masing- masing 1 kg. Kapur 10 sendok makan dan air 30 liter. Caranya sama dengan pembuatan obat hama dari pepaya maupun daun sirsak. Ambil air perasannya, kemudian semprotkan pada tanaman cabe.

4 Daun Tembakau

Daun tembakau juga bisa mejadi obat hama alami yang patut anda coba. Siapkan 250 gr daun tembakau, air secukupnya, abu dapur 1 kg, dan belerang 3000 gram. Campurkan semua bahan dalam satu wadah. Simpanlah selama 4-5 hari untuk mendapatkan zat pembasmi hama.

Setelah itu, saring dan peras. Ambillah air perasannya, lalu semprotkan pada tanaman cabe yang terkena hama.

Sesuaikan banyaknya obat hama dengan luas kebun cabe yang anda punya. Sebab, setiap area mempunyai kebutuhan yang berbeda.

Ukuran Polybag Untuk Cabe dan Manfaatnya

Ukuran Polybag Untuk Cabe dan Manfaatnya

Polybag adalah plastik yang berbentuk persegi dengan sisi terlipat serta berbentuk tabung yang bagian atasnya terbuka. Umumnya, polybag berwarna hitam namun ada juga yang berwarna transparan. Pada bagian polybag terdapat bolong- bolong kecil untuk memudahkan air mengalir apabila terjadi penyiraman. Plastik polybag sering kita gunakan sebagai media untuk menanam tanaman seperti cabe hias maupun tumbuhan kayu. Plastik polybag memiliki ukuran yang bermacam- macam. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas manfaat dan ukuran polybag untuk tanaman cabe. Berikut ulasannya dan tipsnya.

Manfaat Penggunaan Polybag untuk Tanaman Cabe

Ukuran Polybag Untuk Cabe dan Manfaatnya
 

1 Sebagai Media Tanam

Manfaat yang paling terasa dari penggunaan polybag untuk tanaman cabe yaitu sebagai media tanam. Jika anda tidak mempunyai lahan yang luas untuk menanam tanaman cabe. Maka, anda bisa menggunakan plastik polybag sebagai media tanamnya.

Plastik polybag memiliki desain yang cocok untuk menanam tanaman. Terdapat bolong- bolong kecil, sehingga air tidak akan menggenang pada media tanam. Dengan begitu seperti lahan pada umunya, tanaman cabe dapat tumbuh seperti biasanya.

2 Menghemat Penggunaan Lahan

Penggunaan polybag tidak memerlukan lahan yang luas. Sehingga, anda bisa menghemat lahan. Anda bisa membuat rak tingkat untuk menyimpan polybag. Selain menghemat lahan, anda juga memiliki kebun yang lebih tertata rapi.

3 Memudahkan Petani dalam Seleksi Bibit Tanaman Cabe

Polybag sangat mudah untuk kita gunakan. Dalam proses penyemaian, polybag memudahkan petani untuk melakukan seleksi terhadap bibit tanaman cabe. Petani tidak akan kesusahan, sebab dengan menggunakan polybag benih lebih mudah dipindahkan.

Petani bisa mengambil polybag yang berisi bibit buruk kemudian memisahkannya dengan mudah. Tanpa mengganggu bibit yang bagus.

4 Merawat Tanaman Cabe dengan Mudah

Baca juga: Cara menanam cabe di rumah

Manfaat polybag untuk tanaman cabe berikutnya berkaitan dengan penataan tanaman cabe yang lebih rapi. Dengan begitu, petani bisa merawat tanaman cabe dengan mudah. Mulai dari penyemaian, proses penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan memanen cabe pun lebih mudah.

Setiap tanaman cabe akan berada dalam satu buah plastik polybag. Sehingga, perawatannya pun lebih mudah. Pada proses penyiangan, gulma akan lebih mudah untuk dibersihkan. Anda tinggal mencabutnya. Gulma nya pun tidak sebanyak gulma yang tumbuh pada area atau lahan terbuka.

5 Melindungi Akar Tanaman Cabe

Mengapa plastik polybag berwarna hitam? Apakah anda tahu alasannya? Warna hitam pada Polybag ternyata berguna untuk melindungi akar tanaman cabe dari teriknya sinar matahari. Sinar matahari memang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman cabe.

Namun, panasnya matahari justru bisa membuat tanah menjadi kering. Akibatnya, tanaman cabe bisa rusak bahkan mati. Warna hitam pada Polybag menangkal panas sinar matahari tersebut.

Macam Ukuran Polybag untuk Tanaman Cabe

Apakah semua ukuran polybag bisa kita gunakan untuk tanaman cabe? Jawabannya tidak, ukuran polybag mempunyai kegunaan masing- masing. Lalu ukuran polybag berapa yang berguna sebagai media tanaman cabe? Berikut jawabannya.

Polybag Ukuran 8 x 9

Polybag dengan ukuran 8 x 9 cm berguna untuk proses penyemaian bibit tanaman cabe. Ukurannya lebih kecil dan cocok untuk penyemaian benih tanaman cabe.

Polybag Ukuran Minimal 30 cm

Polybag berikutnya yaitu plastik polybag dengan ukuran minimal 30 cm. Banyak sekali ukuran polybag diatas 30 cm, anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Ukuran ini biasanya digunakan saat proses pemindahan tanaman cabe dari polybag kecil.

Cara Menanam Cabe pada Polybag

Ukuran Polybag Untuk Cabe dan Manfaatnya

1 Proses Penyemaian Benih Tanaman Cabe

Cara menanam tanaman cabe dalam polybag yang pertama yaitu proses penyemaian benih tanaman cabe. Untuk melakukan penyemaian, gunakanlah polybag dengan ukuran 8 x 9 cm. Atau bisa juga dengan ukuran polybag 8 x 10 cm.

Siapkan tanah halus untuk media tanam beserta pupuk kandang. Campurkan tanah dan pupuk kandang berdasarkan perbandingan 1:1. Selanjutnya, masukan campuran tanah pada polybag. Untuk menyemaikan benih, gunakanlah kayu kecil untuk membuat lubang pada tanah dalam polybag.

Masukkan benih, lalu timbun dengan tanah. Jangan menimbun benih dengan tanah yang tebal, timbunkah dengan sedikit tanah supaya benih terkubur. Jika sudah selesai, gunakan plastik perak atau kita sering sebut mulsa untuk menutupi seluruh permukaan polybag.

Tutup permukaan polybag selama 3 hari. Bibit tanaman cabe akan mulai berkecambah setelah 7 hari. Lakukan penyiraman secara berkala, untuk merangsang pertumbuhan benih tanaman cabe.

2 Pemindahan pada Polybag yang Lebih Besar

Bibit tanaman cabe boleh kita pindahkan apabila umurnya telah mencapai 5 atau 6 minggu dari sejak penyemaian. Pada kondisi tersebut, kita tidak boleh memindahkannya pada lahan terbuka secara langsung atau memindahkannya secara langsung pada polybag yang lebih besar.

Simpanlah bibit tanaman selama 5 hari dalam penyinaran matahari yang cukup. Hal ini bertujuan agar tanaman cabe dapat beradaptasi dengan sinar matahri secara langsung. Setalah itu, barulah pindahkan tanaman cabe pada polybag yang lebih besar. Maupun pada lahan terbuka yang sudah anda siapkan.

Untuk memindahkan bibit cabe pada polybag. Siapkan polybag dengan ukuran minimal 30 cm atau lebih. Selanjutnya, seperti biasa buat campuran tanah halus, pupuk, dan ditambah sekam mentah. Perbandingan dari campuran tersebut yaitu 3 : 2 : 1.

Jika sudah, pindahkan bibit tanaman cabe lalu masukkan pula campuran tanah.

3 Lakukan Penyiraman Secara Berkala

Langkah selanjutnya yaitu melakukan penyiraman secara berkala. Penyiraman cabe dapat kita sesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Pada musim kemarau, anda bisa menyiram tanaman cabe sebanyak 2 kali sehari.

Sedangkan pada musim hujan, anda tidak usah menyiramnya. Namun, jika hari tersebut tidak turun hujan lakukan penyiraman tanaman cabe maksimal sekali saja. Perhatikan pertumbuhan tanaman cabe pada polybag.

4 Pemupukan Tanaman Cabe

Tidak lupa juga untuk melakukan pemupukan pada tanaman cabe. Pemupukan bertujuan agar tanaman cabe mendapatkan nutrisi yang terpenuhi untuk proses pertumbuhan dan perkembangan cabe.

Sekarang ini, banyak pupuk alami maupun pupuk kimia yang memiliki efek baik untuk tanaman cabe. Sesuaikan jenis pupuk dengan kebutuhan tanaman cabe. Anda bisa menambahkan fosfor dan kalium untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman cabe yang cepat.

Pemupukan harus dilakukan secara berkala. 2 minggu sekali, atau dalam jadwal tertentu tergantung pada dosis pupuk yang anda gunakan.

Baca juga: Apakah cabe ungu bisa dimakan?

5 Perawatan Tanaman Cabe dengan Cara yang Tepat

Terakhir perhatikan perawatan tanaman cabe. Lakukanlah perawatan dengan cara yang tepat. Anda bisa melakukan penyiangan pada 15 hari pertama kemudian menjadwalkannya kembali. Jangan sampai tanaman cabe anda biarkan begitu saja.

Perawatan yang tepat juga berhubungan dengan kebersihan area tanam. Bersihkan tanaman pengganggu yang ikut menyerap pupuk tanaman. Biasanya, tanaman pengganggu akan menghambat proses pertumbuhan tanaman cabe.

Berikutnya, anda juga bisa melakukan pemangkasan dan membuang tanaman cabe yang mati atau layu. Selamat mencoba.

Apakah Cabe Ungu Bisa Dimakan atau Tidak?

Apakah Cabe Ungu Bisa Dimakan atau Tidak?

Memiliki rasa pedas cabe ternyata mampu memberikan sensasi tersendiridi lidah penikmatnya. Ada banyak sekali jenis cabe yang bisa kita konsumsi dan gunakan sebagai bahan makanan. Misalnya saja cabe keriting, cabe hijau, cabe rawit, dan cabe-cabe lainnya.

Banyaknya jenis cabe mampu membuat varietas cabe semakin bertambah sehingga mampu melahirkan beberapa jenis cabe lainnya. Misalnya saja cabe ungu yang memiliki warna ungu dan sering dianggap sebagai cabai hias.

Cabe ungu sering disebut sebagai cabe jepang karena berasal dari Negara Jepang. Meski demikian, cabe ini mampu tumbuh subur di Indonesia. Jika kita lihat sekilas, cabe ini memiliki bentuk yang sama seperti cabe rawit pada umumnya. Hanya saja cabe ungu memiliki warna ungu seperti namannya.

Bagi beberapa kalangan pecinta tanaman hias atau hidroponik tanaman satu ini tidak terdengar asing. Namun, bagi beberapa kalangan umum, masih banyak yang belum mengetahui cabe jenis ini.

Jika cabe lainnya bisa dikonsumsi, apakah Cabe Ungu Bisa Dimakan? Yuk simak penjelasan berikut ini!

Ciri-Ciri Cabe Ungu

Cabe ungu memiliki bentuk yang tidak asing dengan cabe yang sering kita jumpai. Dimana tanaman ini memiliki bentuk pohon dengan daun hijau seperti cabe rawit. Bahkan, jika Anda melihat pohon ini saat masih kecil maka Anda tidak akan bisa membedakan kedua jenis cabe tersebut.

Saat sudah mulai berbunga dan berbuah, maka Anda akan mengetahui jika jenis cabe tersebut adalah cabe ungu. Biasanya buah ini tumbuh bergerombol dan memiliki warna ungu muda. Bagi beberapa orang, warna yang unik tersebut menjadikannya sebagai tanaman hias.

Terlebih lagi, perawatan cabe ini juga sangat mudah dari jenis cabe lainnya. Cabe ungu ini bernama purper tiger karena mamiliki warna ungu yang kuat dengan berbagai macam penyakit.

Apakah Cabe Ungu Bisa Dimakan atau Tidak?

Pada dasarnya, semua jenis cabe bisa kita konsumsi, karena memang pada dasarnya cabe untuk dikonsumsi. Hanya saja, beberapa cabe memiliki bentuk dan juga warna yang unik sehingga sayang untuk dimakan.

Bahkan sebagian orang menjadikan beberapa jenis cabe sebagai hiasan di rumah atau di perjual belikan sebagai tanaman hias. Padahal, cabe ungu ini memiliki rasa yang sama persis dengan cabe rawit yang biasa kita konsumsi.

Oleh karena itu, Anda jangan ragu untuk memakan atau menggunakan cabe ini menjadi bumbu masakan.

Manfaat Cabe Ungu

Apakah Cabe Ungu Bisa Dimakan atau Tidak?

Ternyata, cabe ungu memiliki banyak manfaat jika Anda mengonsumsinya. Salah satunya yaitu sebagai antioksidan yang cukup besar karena memiliki kandungan antosianin. Selain itu, cabe ungu juga memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan, misalnya saja :

Menyembuhkan Luka

Tidak kalah dengan jenis cabe lainnya dan buah buahan seperti semangka, manga, jeruk, dan pepay, cabe ungu memiliki kandungan vitamin C dan betakarotin yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda memiliki luka terbuka dengan mengonsumsi cabe ungu akan membantu menyembuhkan luka tersebut.

Tak hanya itu, Anda juga bisa menjadikan cabe ungu sebagai penyembuhan luka terbuka. Caranya yaitu dengan mengeringkan cabe ungu, tumbuk sampai lembut hingga menjadi bubuk cabe.

Saat dibutuhkan, Anda hanya perlu menaburkan bubuk cabe ungu tersebut pada bagian luka yang terbuka. Jangan khawatir, meski cabe terasa pedas saat dimakan namun saat digunakan untuk menyembuhan luka tidak akan terasa perih.

Dengan pemakaian rutin, perlahan-lahan rasa perih dan nyeri pada luka akan semakin berkurang sehingga luka akan lebih cepat kering dan sembuh.

Mencegah Aterosklerosis

Selain Cabe Ungu Bisa dimakan ternyata juga memiliki kandungan zat capsaicin yang mampu menurunkan kadar lemak yang ada dalam darah. Sehingga dapat mengurangi penyumbatan lemak yang telah tertumpuk pada pembuluh darah.

Penumpukan lemak pada pembuluh darah juga disebut sebagai aterosklerosis yang berakibat fatal dengan tersumbatnya aliran darah ke seluruh tubuh. Hal inilah yang memicu penyakit stroke.

Dengan mengonsumsi cabe ungu secara rutin, maka hal itu dapat mengurangi resiko stoke yang terjadi karena aterosklerosis.

Menurunkan Berat Badan

Siapa sangka, jika cabe mampu menurunkan berat badan? Ternyata, kandungan capcaisin yang terkandung dalam cabe ungu mampu menurunkan berat badan dengan cara perubahan energi panas.

Saat memakan cabe dan merasa pedas, maka tubuh akan mengeluarkan keringat sehingga ini akan membantu proses pembakaran lemak. Selain itu, cabe ungu mampu memperlancar peredaran darah yang akan mendukung penurunan berat badan.

Jika proses metabolism tubuh lancar maka funsgi organ tubuh akan meningkat dengan baik. Zat sisa makanan dan lemak yang tidak terpakai akan dibuang melalui saluran pencernaan. Oleh karena itu, jika Anda sedang menjalankan program diet penting untuk mengonsumsi cabe.

Menangkal Radikan bebas

Manfaat lainnya dari cabe ungu yaitu mampu menyerap partikel radikal bebas yang berasal dari makanan junk food, udara yang kita hirup, dan partikel kotor lainnya. Hal ini karena cabe ungu memiliki kandungan capsaicin yang berfungsi sebagai antoksidan.

Antioksidan inilah yang akan berfungsi membersihkan tubuh Anda dari berbagai macam kotoran pastikel yang masuk. Sehingga tubuh Anda akan lebih sehat dan bisa menjalankan aktifitas dengan mudah.

Baca juga: Cara menanam cabe di rumah

Mengurangi Resiko Kanker

Mengonsumsi cabe ungu juga dapat mengurangi resiko terjadinya kanker dengan cara menghambat pertumbuhan sel kanker. Capcaisin dan vitamin C yang terdapat pada cabe ungu mampu menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar dan juga kanker prostat.

Selain itu, kandungan likopen pada cabe ungu mampu menghambat pertumbuhan sel kanker kandung kemih dan kanker leher Rahim.

Meningkatkan Nafsu Makan

Rasa pedas cabe akan membuat sensasi nikmat pada mulut saat memakannya. Tak heran, jika banyak orang yang ketagihan memakan sehingga nafsu makannya akan semakin meningkat karena rasa makanan akan semakin nikmat.

Rasa nikmat itulah yang membuat orang terus tambah dan tambah lagi makannya. Oleh karena itu, tidak jarang jika cabe sering terpakai sebagai makanan pendamping makanan. Cabe Ungu Bisa Dimakan dan juga bisa menambah nafsu makan Anda seperti cabe pada umumnya.

Baca juga: Pupuk untuk mempercepat pertumbuhan

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Memiliki kandungan vitamin C dan Antioksidan yang tinggi, cabe merah dapat mampu meningkatkan imunitas tubuh. Antibakterial yang terkandung dalam cabe ungu ini juga akan mempertahankan kekebalan tubuh dari paparan patogan yang terjadi karena penyakit.

Jika kekebalan tubuh Anda meningkat, tentu saja hal itu bisa membuat tubuh menjadi kebal dari berbagai macam virus dan penyakit bukan?

Meningkatkan Fungsi Kognitif

Berbagai penyakit kognitif seperti demensia dan Alzheimer sering terjadi pada beberapa orang. Penyakit tersebut biasanya akan menyerang orang yang telah berusia lanjut. Untuk mencegah kedua penyakit tersebut, maka tak ada salahnya jika Anda mengonsumsi cabe ungu.

Kandungan mineral, vitamin, dan zat bergizi lainnya mampu mencegah timbulnya penyakit di usia lanjut tersebut. Hanya saja, jangan mengonsumsi cabe ungu ini secara berlebihan dan konsumsi dengan cukup saja.

Adanya zat antioksidan, mineral, vitamin, dan kandungan lainnya mampu melancarkan peredaran di metabolism tubuh. Oleh karena itu, jika Anda mengonsumsi cabe ini sebagai asupan makananan maka kedua penyakit kognitif yang terjadi pada usia lanjut bisa kita cegah dengan mudah.

Baca juga: Jenis tanaman cabe yang terkenal

Kesimpulan dan Penutup

Jadi, meski memiliki warna yang unik yaitu berwarna ungu cabe ini masih bisa kita makan dengan aman ya! Bahkan rasanya juga pedas seperti layaknya cabe pada umumya, meski tidak sepedas cabe rawit. Jadi, jika Anda ingin menggunakannya sebagai masakan atau langsung mengonsumsinya pun tidak ada masalah.

Itulah penjelasan mengenai Cabe Ungu Bisa Dimakan yang akan menjawab keraguan Anda. Semoga dengan adanya artikel ini Anda akan merasa terbantu. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar cabe ungu atau jual cabe hias silahkan menghubungi kami.

Cara Menanam Cabe di Rumah

Cara Menanam Cabe di Rumah yang Mudah untuk Pemula

Menjadi salah satu bumbu penting dalam makanan, cabe kerap digunakan untuk menambah sensasi pedas untuk melengkapi sebuah makanan. Tak jarang, harga cabe bisa naik maupun turun secara tiba-tiba.

Bagi Anda yang menyukai makanan pedas dan selalu membutuhkan cabe, tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan halaman rumah atau pekarangan rumah dengan menanam tanaman satu ini.

Bahkan jika Anda tidak memiliki lahan untuk menanam cabe hias ke tanah, Anda bisa menggunakan pot atau polybag sebagai media tanamnya. Apa lagi, cabe merupakan tanaman yang mampu beradaptasi dengan mudah di segala kondisi.

Jika Anda berniat menanam cabe di rumah, terdapat beberapa cara dan juga beberapa penanganan yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan buah cabe yang berkualitas.

Berikut ini kami akan menjelaskan mengenai Cara Menanam Cabe di Rumah dengan mudah dan menghasilkan buah yang lebat. Berikut penjelasannya!

  • Alat dan Bahan untuk Menanam Cabe

Untuk menanam cabe keriting di rumah, Anda harus menyiapkan beberapa alat dan bahan terlebih dahulu. Adapun yang harus Anda siapkan yaitu :

  1. Semprotan air
  2. Batang bambu
  3. Polybag atau Pot
  4. Bibit cabe berkualitas
  5. Arang sekam (boleh tidak)
  6. Pupuk kandang / kotoran ayam kering
  7. Tanah organik (bisa menggunakan tanah biasa)
  8. Wadah untuk menyemai cabe (tray semai / polybag)

Untuk menanam cabe di rumah, Anda bisa menggunakan pot atau polybag dengan ukuran sedang. Biasanya, polybag atau pot yang cocok untuk tanaman cabai memiliki diameter lebih dari 20 cm.

  • Cara Menanam Cabe di Rumah

Jika Anda telah menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan, maka langkah selanjutnya yaitu dengan menanam cabe.

Baca juga: Jenis cabe terpedas di Indonesia

Dalam proses menanam cabe terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar cabe bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat serta berkualitas bagus. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan yaitu :

  1. Siapkan biji cabe untuk ditanam

Sebelum Anda menanam biji cabai, pastikan bahwa bibit yang akan digunakan memiliki kualitas yang bagus. Kualitas dari biji akan berpengaruh pada pertumbuhan cabe. Biji yang bagus akan menghasilkan pohon cabe yang bagus pula.

Mendapatkan biji yang berkualitas bisa Anda lakukan dengan membelinya pada toko pertanian atau membuatnya sendiri di rumah.

Untuk membuatnya pun sangat mudah. Siapkan cabe utuh dan ambil bijinya, jemur biji cabe di bawah matahari. Jika sudah kering, biji cabe bisa Anda gunakan sebagai bibit.

  1. Rendam biji cabe dengan air hangat

Sortir biji cabe dengan merendamnya pada air hangat selama 3 jam. Saat proses perendaman buang bibit cabe yang mengapung dan gunakan bibit yang tenggelam.

Bibit yang tenggelam menandakan bahwa biji tersebut bagus dan kemungkinan untuk tumbuh semakin besar. Merendam bibit ini bertujuan untuk melunakkan biji sehingga bibit cabe cemat berkecambah.

Baca juga: Cabe carolina reaper

  1. Siapkan media tanam untuk menyemai

Media yang Anda gunakan harus memiliki nutrisi yang pas untuk proses penyemaian. Anda bisa mencampurkan tanah, arang sekam, dan juga kompos dengan perbandingan 2:1:1.

Jika tidak memiliki arang sekam, maka Anda bisa menggunakan tanah dan kompos saja dengan perbandingan 1:1.

  1. Semai biji cabe pada media tanam

Buat lubang sedalam 0,5 cm dan masukkan bibit cabai pada media semai. Jika Anda menggunakan tray semai, maka masukkan satu biji pada satu lubang tray. Namun, jika Anda menggunakan polybag berikan jarak 5 cm antar bibit.

Tutup lubang dan siram dengan sedikit air agar media menjadi lembab dan membantu proses penyemaian lebih cepat.

  1. Tunggu hingga biji cabe keluar tunas

Simpan cabai yang sedang disemai pada tempat yang teduh. Bisa juga dengan menutupnya menggunakan plastic hitam agar air yang terdapat pada media tidak menguap. Tunggu hingga biji cabe mengeluarkan tunas. Biasanya, biji cabe akan mengeluarkan tunas pada hari ke 8-12.

  1. Siram secara berkala hingga terdapat 3 daun baru

Saat daun cabe mulai tumbuh, lakukan penyiraman secara berkala. Untuk menyiram, Anda bisa menggunakan semprotan air. Jika tidak memiliki semprotan air bisa juga dengan menggunakan botol plastic yang tutupnya telah dilubangi.

Saat menyiram, pastikan bahwa Anda menyiram dekat dengan tanah agar akar tidak mudah terkoyak. Cara Menanam Cabe di Rumah ini tentunya sangat mudah untuk Anda lakukan bukan?

Baca juga: Jenis tanaman cabe yang terkenal

  1. Pindahkan bibit cabe pada pot dengan ukuran besar

Pada hari ke 25, biasanya cabe telah memiliki 3-4 lembar daun asli. Jika tanaman cabe sudah menunjukkan hal ini, maka Anda bisa memindahnya pada lahan yang lebih besar.

Jika Anda tidak memiliki lahan yang cukup di area rumah, maka bisa menggunakan pot atau polybag dengan diameter minimal 25cm. Satu pot atau polybag hanya cukup untuk menanam satu bibit cabe saja.

  1. Potong pucuk daun untuk memperbanyak cabang baru

Setelah 2-3 hari bibit dipindahkan, potonglah pucuk daun cabe untuk menghasilkan batang baru. Dengan bertambahnya cabang batang baru, maka akan semakin banyak bunga dan buah cabe yang lebih banyak.

  1. Tunggu hingga muncul batang samping

Agar batang samping baru tumbuh, dibutuhkan waktu paling tidak sekitar 20 hari. Saat batang baru tumbuh, maka bunga dan buah akan tumbuh dari batang baru tersebut.

Dalam beberapa kasus, satu pohon cabe bisa memiliki 8 hingga 10 cabang batang yang mampu menghasilkan buah.

  1. Topang batang cabe menggunakan bambu

Tanaman cabe yang mulai tumbuh besar akan mudah patah karena batangnya tak cukup kuat untuk menopang daun dan buahnya. Agar hal itu tidak terjadi, maka gunakan sebilah bambu untuk menopang batang cabe.

Anda bisa menancapkan bamboo yang telah dibelah dengan memberikan jara 4 cm dari pangkal batang.

  1. Siram tanaman cabe agar tidak kekurangan air

Lakukan penyiraman dengan rutin pagi dan sore. Pastikan bahwa tanah tetap lembab dan tanaman cabe tidak kekurangan air sehingga bisa layu dan mati.

  1. Berikan pupuk agar tanaman tumbuh subur

Selain penyiraman, pemupukan juga sangat penting untuk mempercepat proses berbunga dan juga pembuahan. Berikan nutrisi yang cukup dengan memberikan pupuk secara berkala. Usahakan bahwa tanaman cabe tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang lebat.

  1. Lakukan perawatan terhadap penyakit dan hama

Tanaman cabe sangat rentan terhadap hama dan juga penyakit, oleh karena itu perawatan khusus sangat penting untuk Anda lakukan. Lakukan penyemprotan dengan rutin agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan sehat dan tidak memiliki penyakit.

  • Perawatan Tanaman Cabe di Rumah

Cara Menanam Cabe di Rumah selanjutnya yaitu dengan melakukan memberikan perawatan yang tepat pada tanaman cabe.

Setelah Anda memindah cabe ke lahan atau media yang lebih besar, langkah berikutnya yaitu dengan melakukan perawatan yang tepat pada tanaman cabe.. Adapun beberapa perawatan yang bisa dilakukan yaitu :

  • Pemberian Cahaya yang Cukup

Tanaman cabe merupakan tumbuhan yang melakukan fotosintesis untuk menghasilkan buah. Oleh karena itu tanaman ini membutuhkan pencahayaan yang tepat dan tidak kurang untuk menunjang nutrisinya.

Paling tidak tanaman cabe membutuhkan cahaya matahari secara langsung 5-6 jam per harinya. Jika pemenuhan cahaya matahari tersebut terpenuhi, maka tanaman ini mampu tumbuh dengan baik.

  • Pemberian Pupuk Secara Rutin

Jika Anda menginginkan kualitas cabe yang bagus dan berbuah lebat, maka hal yang tidak boleh Anda lupakan yaitu pemberian pupuk secara rutin. Dalam pemberian pupuk, tersapat beberapa teknik yang bisa Anda lakukan, yaitu :

Pemberian Pupuk Usia 1-30 hari

Pupuk pertama kali bisa diberikan saat tanaman berusia 1-30 hari setelah tumbuhnya tunas. Berikan pupuk organic atau kompos dan hindari pemberian pupuk kimia terlebih dahulu.

Baca juga: Pupuk untuk mempercepat pertumbuhan

Kandungan ph yang terlalu tinggi akan membuat tanaman layu hingga akhirnya mati. Hal ini disebabkan karena tanaman sedang dalam proses pembentukan akar.

Pemberian Pupuk Susulan

Pupuk susulan biasanya dilakukan saat tanaman berusia 30 hari. Anda bisa memberikan pupuk kimia atau menggunakan uream larutan phonska cair, NPK, dan juga TSP.

Pemberian pupuk susulan ini juga masih memerlukan pupuk organic, jadi jangan lupa untuk memberikannya ya! Hal ini sangat penting untuk menjaga kesuburan dan menggemburkan tanah.

Pemberian Pupuk Menjelang Berbuah

Saat tanaman Anda sudah mengeluarkan bunga dan melakukan penyerbukan, jangan memberikan pupuk kimia. Cukup berikan pupuk organic cair yang ditambah dengan larutan pupuk phonska cair.

Gunakan pupuk kandang seperti kotoran kambing atau tai ayam kering. Cara pemupukannya sangat mudah, yaitu dengan menggali lubang di sekeliling tumbuhan dan memendamnya.

Pemupukan tahap ini akan membantu tanaman mendapat sirkulasi udara yang baik dalam tanah serta menjaga unsur hara yang ada di dalam tanah.

Penyiraman Secara Rutin

Sama seperti tanaman lainnya, tanaman cabe juga memerlukan sumber air yang lebih. Apa lagi jika Anda menanam dalam pot atau polybag, tentu saja penyimpanan air tidak sebanyak saat menanam langsung di tanah.

Saat penyiraman, pastikan bahwa Anda menyiram dengan cukup. Jangan kekurangan dan juga jangan kelebihan.

Jika tanaman kekurangan air maka bisa mati dan juga layu, dan jika kelebihan bisa mendorong hama, infeksi jamur, dan penyakit lainya. Penyiraman biasanya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Mencabutan Rumput yang Tumbuh

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap tanaman akan ditumbuhi oleh rumput liar. Nah, jika Anda menemukan ruput yang tumbuh di dalam polybag atau pot jangan pastikan bahwa Anda sudah mencabutnya.

Pencabutan rumput sangat penting karena rumput cenderung mengambil ruang nutrisi yang ada pada tanah. Jika tidak, tanaman cabe tidak bisa leluasa menggunakan nutrisi yang ada di dalam tanah.

Mencabuti rumput juga akan membuat tanaman cabe menghasilkan buah yang lebat dan juga bagus.

Perawatan Tanaman dari Hama

Lakukan penyemprotan dengan rutin setiap minggunya. Penyemprotan bisa Anda sesuaikan dengan hama atau penyakit yang sedang dialami oleh tanaman cabe.

Perawatan ini bisa dilakukan dengan melakukan penyemprotan insektisida untuk serangan hama. Penyemprotan fungisida untuk serangan penyakit tanaman karena bakteri dan cendawan. Serta melakukan penyemprotan akarisida untuk serangga tunga.

  • Kesimpulan dan Penutup

Pada dasarnya, menanam cabe bisa Anda lakukan di mana pun. Bahkan jika Anda tidak memiliki pekarangan rumah, Anda masih bisa menanamnya dalam media lainnya seperti pot atau polybag.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman cabe yang Anda tanam akan tumbuh subur dan memiliki buah yang lebat. Pastikan tanaman memiliki nutrisi yang cukup, pencahayaan yang bagus, dan perawatan yang tepat.

Itulah tadi pembahasan mengenai Cara Menanam Cabe di Rumah yang telah kami rangkumkan secara detail dan lengkap. Semoga artikel ini bisa membantu Anda untuk menanam cabe di rumah dengan mudah. See you next artikel!

1.1 Pupuk untuk mempercepat pertumbuhan

Pupuk untuk Mempercepat Pertumbuhan Cabe

Pada tanaman cabe, pemberian pupuk ini sangat penting untuk dilakukan. Dengan memberikan pupuk yang tepat, tanaman cabe bisa mendapatkan nutrisi yang tepat untuk berkembang dan tumbuh dengan baik. Apa lagi, jika Anda ingin tanaman cabe hias berbuah dengan lebat pasti harus melakukan proses pemupukan.

Dari banyaknya jenis pupuk yang beredar di pasaran, pupuk jenis apa yang mampu mempercepat pertumbuhan cabe?

Nah, pada artikel berikut ini kami telah merangkum materi mengenai jenis pupuk, kandungan nutrisinya, pemilihan pupuk yang baik, dan juga cara mengaplikasikan pupuk yang benar sesuai dengan umur tanamnya. Berikut penjelasan mengenai Pupuk untuk Mempercepat Pertumbuhan Cabe

Baca juga: Jenis cabe terpedas di Indonesia

Jenis-Jenis Pupuk

Pupuk sendiri terbagi menjadi dua golongan, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik sendiri yaitu pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami . Misalnya saja kotoran hewan, daun, sisa tanaman, dan juga kompos.

Sedangkan, pupuk anorganik ialah pupuk buatan yang diproduksi oleh pabrik dan diperjual belikan dengan menggunakan kemasan. Dengan menggunakan unsur kimia, pupuk anorganik mampu meningkatkan nutrisi pada tanah termasuk menambah unsur hara.

Karena terbuat dari pabrik, pupuk ini memiliki kandungan unsur yang terdiri dari mikro dan makro. Pupuk anorganik mikro terbuat dari kumpulan Ca, S, dan Mg yang ditambah dengan unsur hara mikro seperti Mo, Mn, Cu, B, Fe, dan Zn. Sedangkan pupuk anorganik makro terdapat unsur yaitu N, P, K.

Kandungan Nutrisi Pada Pupuk Anorganik

Pada pupuk anorganik terdapat beberapa nutrisi yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan cabe. Berikut ialah beberapa jenis pupuk anorganik dengan kandungan nutrisi dan manfaatnya, yaitu :

Pupuk NPK

Pupuk NPK terdiri dari beberapa jenis, yaitu NPK 30-6-8, NPK 16-16-16, dan NPK 15-15-15. Angka yang tertera pada setiap pupuk NPK ini menandakan jumlah unsur yang terdapat dalam pupuk tersebut. Misalnya saja, pada pupuk NPK 16-16-16 mengandung nitrogen sebesar 16%, fosfor 16%, serta kalium 16%.

Pada pupuk NPK 16-16-16 memiliki kandungan unsur nitrat nitrogen, phosphate, serta kandungan ammonium nitrogen. Phospate sendiri mengandung calcium oxide, magnesium oxide, serta potassium oxide.

Pupuk NPK biasanya memiliki bentuk berupa butiran-butiran atau granul yang memiliki ukuran sekitar 1-4 mm. Namun, produk yang beredar pada pasar cukup bervariasi. NPK padat berbentuk briket, bubuk, granul, tablet, dan juga pellet. Sedangkan NPK cair terdiri dari beberapa tingkat kelarutan.

Setiap merk dan jenis pupuk NPK ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman cabe.

Manfaat Pupuk NPK

Berikut adalah beberapa manfaat pemberian pupuk NPK pada tanaman cabe :

  1. Membuat tanaman menjadi lebih hijau
  2. Merangsang pertumbuhan akar, perkembangan jaringan
  3. Merangsang pembentukan bunga serta mempercepat pematangan buah
  4. Meningkatkan daya tahan tanaman agar tidak mudah terkena bakteri dan virus
  5. Membantu proses penyerapan unsur hara dan air pada seluruh jaringan tanaman
  6. Meningkatkan kandungan protein agar pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat panen

Pupuk Kalium

Pupuk kalium masuk ke dalam kategori pupuk tunggal. Selain itu, pupuk ini terdiri dari pupuk kalium klorida atau pupuk KCI, kalium sulfat, dan patent kali. Bentuk dari kalium sulfat yaitu butiran-butiran kecil dengan warna putih yang terdiri dari campuran kalium oksida dan asam belerang.

Jenis pupuk KCI memiliki kandungan K20 yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sulfat. Sedangkan kalium patent kali khusus untuk daerah sub troppis.

Manfaat Pupuk Kalium

Berikut adalah beberapa manfaat pemberian pupuk kalium pada tanaman cabe

  1. Memperkuat batang cabe agar tidak mudah patah
  2. Mempercepat pertumbuhan cabe dengan meningkatkan pertumbuhan unsur hara dalam tanah
  3. Mampu meningkatkan penyerapan ios positif yang ada pada tanaman agar tidak mudah layu dan tetap segar

Pupuk Kalsium

Pupuk Untuk Mempercepat Pertumbuhan Cabe selanjutnya yaitu pupuk yang memiliki unsur kalsium. Meski unsur kalsium dalam tanaman cabe sudah terpenuhi, namun pemberian pupuk ini juga penting digunakan pada tanaman cabe. Pupuk kalsium berpengaruh dalam pertumbuhan generative maupun vegetatif.

Baca juga: Cabe buah atau sayur

Manfaat Pupuk Kalsium

Berikut adalah beberapa manfaat pemberian pupuk kalsium pada tanaman cabe

  1. Mencegah kerontokan bunga pada tanaman cabe
  2. Merangsang pertumbuhan biji cabai dengan cepat
  3. Meningkatkan penyerapan unsur hara pada tanah dengan melalui akar
  4. Mampu Menetralisir asam organisme pada saat terjadinya metabolisme
  5. Meningkatkan daya tahan cabe agar tidak mudah layu saat kekeringan
  6. Merangsang pembentukan bulu-bulu akan cabe agar batang semakin keras

Pemberian kalsium dengan tepat juga akan membuat tanaman tidak kerdil dan bisa tumbuh tinggi. Hal ini juga mampu membuat daun tidak mudah kuning, kuncup dan mampu terhindar dari berbagai virus serta bakteri yang mengintai tanaman.

Menentukan Pupuk untuk Tanaman Cabe

Untuk menghasilkan tanaman cabe yang berkualitas dengan kandungan nutrisi yang tepat serta pertumbuhan buah yang maksimal, maka tidak bisa sembarangan untuk memilih jenis pupuk dan memadukannya.

Diperlukan pertimbangan yang matang untuk memilih jenis pupuk yang sesuai, Hal ini bisa diperhitungkan dengan mengetahui kebutuhan unsur hara mikro atau pun makro tanaman tersebut.

Pada pemupukan dasar, pupuk yang cocok untuk tanaman yaitu berbentuk butiran atau granul yang diimbangi dengan pemberian booster tanah berbentuk pasta maupun cair. Sedangkan, untuk perawatan, pupuk cair sangat disarankan karena mudah terserap oleh tumbuhan.

Untuk memilih pupuk yang memiliki kualitas bagus, Anda bisa melakukan beberapa pertimbangan dengan spesifikasi berikut ini :

  1. Meningkatkan jumlah panen
  2. Mencegah tumbuhan layu dan bakteri
  3. Menghindari kerontokan bunga dan buah cabe
  4. Menghindari stress tanaman saat pindah tanah
  5. Mencegah agar tanaman dari penyakit antraknosa
  6. Merangsang pertumbuhan dan keluarnya bunga cabe

Dari pertimbangan yang telah Anda lakukan, maka Anda bisa memilih jenis pupuk dan memadukan beberapa jenis pupuk dalam proses penanaman cabe. Biasanya, pupuk yang sering digunakan oleh petani cabe yaitu pupuk NPK.

Selain itu, terdapat satu jenis pupuk yang sering digunakan oleh para petani yaitu pupuk phonska. Penggunaan pupuk ini yaitu dengan cara melarutkan dan mengocor untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Baca juga: Jenis cabe yang terkenal

Adapun manfaat dari pemberian larutan phonska cari ini yaitu :

  1. Membuat tanaman menjadi lebih kuat dan kokoh agar tidak mudah roboh
  2. Merangsang pembentukan bunga dan buah agar tanaman menjadi lebih lebat
  3. Tanaman nampak lebih segar dan sehat serta membuat daun tanaman berwarna lebih hijau

Selain pupuk NPK dan pupuk Phonska, masih banyak lagi Pupuk Untuk Mempercepat Pertumbuhan Cabe yang bisa Anda beli pada toko pertanian.

Pupuk Organik untuk Pertumbuhan Cabe

Penggunaan pupuk organik bisa Anda gunakan agar tanaman cabe tumbuh dan berbuah dengan maksimal. Pupuk organik juga mampu memaksimalkan hasil pertanian yang menghasilkan kualitas bagus.

Pupuk organik sendiri bisa Anda buat sendiri maupun membelinya pada toko pertanian. Anda bisa membuat pupuk ini dengan sisa makanan, daun, sisa tanaman, maupun menggunakan kotoran hewan.

Keunggulan Pupuk Organik

Berikut ini adalah beberapa keunggulan dalam menggunakan pupuk organik sejak pemilihan bibit, yaitu :

  1. Merendam bibit cabe dengan pupuk organic membuat benih terbebas dari penyakit tulat benih. Mampu meningkatkan kualitas kecambah benih yang lebih besar dan tumbuh dengan cepat
  2. Mampu menggemburkan tanah serta menyuburkan lahan tanam agar kandungan nutrisinya tidak hilang dan rusak
  3. Pupuk organic membuat tanah menjadi tetap sehat, gembur, dan subur. Sehingga kualitas cabe tetap terjaga dari waktu ke waktu

Cara Pemupukan Cabe Sesuai dengan Umur Tanam

Jika Anda telah memahami jenis, fungsi, dan juga pemilihan pupuk yang bagus, maka langkah selanjutnya yaitu dengan pemberian pupuk yang benar sesuai dengan umur tanam. Jika anda menginginkan cabe berbuah dengan lebat maka Anda harus melakukannya dengan benar.

Pemberian pupuk sendiri disesuaikan dengan kondisi, keadaan, serta usia dari tanaman agar tidak terjadi kesalahan saat memberikan pupuk. Jangan sampai niat hati ingin cabe berbuah lebat, yang terjadi malah layu dan mati.

Inilah beberapa tahapan yang harus Anda lakukan sesuai dengan usia tanam

Pemberian Pupuk Usia Tanam 1 sampai 30 Hari

Pada usia 1 hingga 30 hari, tanaman cabe akan sangat rentang karena akar dan daya hidupnya sangat kurang. Pada tahap ini pupuk yang cocok yaitu pupuk kompos maupun pupun kandang. Penggunaan pupuk kimia dianggap kurang baik diberikan pada waktu ini.

Anda bisa menggunakan kotoran ayam kering yang dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:3. Campurkan pupuk tersebut pada tanah sekitar tanaman cabai dengan cara menaburkan.

Hal penting yang harus Anda ketahui yaitu jangan memberikan pupuk kimia seperti TSP, KCI, dan urea pada tanaman di bawah umur 30 hari terlebih lagi saat proses penyemaian. Ph dari pupuk tersebut tidak baik untuk proses kecambah tanaman karena bisa membuat tanaman layu dan mati.

Pemberian Pupuk Usia Awal Tanam

Pada tahapan ini, tanaman cabe sudah siap mendapat rangsangan dari pupuk anorganik. Anda bisa menggunakan pupuk Urea dengan larutan phonska cair, TSP, maupun NPK.

Meski telah mendapat pupuk kimia, pemberian pupuk organik jangan dihentikan. Hal ini mampu membuat kondisi tanah akan terganggu karena pupuk kimia. Fungsi pemberian pupuk organik ini untuk menjaga tanah agar tetap gembur dan bisa digunakan kembali pada waktu berikutnya.

Pemberian Pupuk Jelang Berbuah

1.1 Pupuk untuk mempercepat pertumbuhan
1.1 Pupuk untuk mempercepat pertumbuhan

Jika tanaman cabe sudah memasuki usia berbuah, maka pemberian pupuk kimia harus Anda hentikan. Apa lagi jika tanaman sudah berbunga dan melalui proses penyerbukan. Meski demikian, pemberian pupuk masih bisa Anda lakukan dengan menggunakan pupuk organik bersama larutan phonska cari.

Anda bisa menggunakan tai ayam kering untuk memupuk tanaman cabe. Caranya yaitu dengan menggali tanah pada sekitar area cabe dan memasukkan tai ayam kering ke dalamnya. Pupuk organik ini bertujuan untuk memberikan unsur hara serta memperlancar sirkulasi udara yang ada dalam tanah.

Kesimpulan dan Penutup

Agar tanaman cabe mampu tumbuh dengan cepat dan menghasilkan buah yang berkualitas, pastikan Anda memberikan pupuk yang benar. Selain itu, pastikan bahwa proses pemupukan yang Anda lakukan tidak salah agar tanaman cabe Anda tidak mudah layu dan mati.

Untuk hasil yang lebih optimal, jangan pernah meninggalkan pupuk organik. Karena, dengan pemberian pupuk ini tanaman Anda akan menjadi lebih sehat dan unsur hara dalam tanah tidak akan mudah rusak.

Demikian artikel mengenai Pupuk Untuk Mempercepat Pertumbuhan Cabe berikut ini. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar cabe silahkan tulis pada kolom komentar. See you next artikel and bye bye!

Cabe Terpedas Di Indonesia

Jenis Cabe Terpedas Di Indonesia

Ciri khas makanan Indonesia adalah rasanya yang kuat, salah satu rasa yang disukai banyak orang Indonesia adalah pedas yang bahan utamanya adalah cabe. Cabe bisa diolah menjadi bubuk atau sambal. Meski bukan asli Indonesia, cabe kini tak lepas dari budaya kuliner di sini. Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis cabe terpedas yang paling sering digunakan, salah satunya cabe merah dan cabe hijau besar, sebenarnya varian cabe ini tidak hanya sebatas cabe rawit atau cabe keriting. Namun, ada banyak jenis Cabe Terpedas Di Indonesia, seperti ulasan berikut ini.

Jenis Cabe Terpedas Di Indonesia

Cabe Terpedas Di Indonesia

Cabe Rawit Merah

Jenis cabe terpedas selanjutnya adalah cabe rawit merah. Ungkapan “cabe kecil” sepertinya sangat pas untuk menggambarkan sifat dari cabe kecil jenis ini karena cabe merah sebenarnya memiliki rasa yang paling pedas dibandingkan kedua jenis cabe merah sebelumnya. Cabe kecil ini memiliki rasa pedas yang cukup tajam. Bahkan, cabe ini disebut sebagai jenis cabe dengan tingkat kepedasan yang tinggi.

Baca juga: Cabai buah atau sayur

Cabe Hijau Besar

Jenis cabe terpedas selanjutnya adalah cabe hijau besar. Cabe hijau merupakan cabe merah fase muda. Biasanya cabe hijau digunakan untuk membumbui masakan, terutama tumisan. Cabe hijau sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu besar dan keriting. Cabe hijau besar adalah cabe merah besar yang belum matang. Warnanya hijau tua dengan tekstur renyah. Ciri-cirinya sama dengan cabe merah besar, hanya saja warnanya masih hijau tua.

Cabe hijau besar paling cocok diolah dan dijadikan bahan menumis dengan cara dipotong miring dan dicampurkan ke dalam tumisan. Cara mengolah cabe hijau besar dengan cara direbus atau digoreng sebelum diolah.

Cabe Hijau Keriting

Jenis cabe terpedas berikutnya adalah cabe hijau keriting. Sama seperti cabe hijau besar, cabe hijau keriting adalah cabe merah keriting yang belum matang. Cabe hijau keriting merupakan fase muda dari cabe merah keriting. Bahkan rasanya tidak seperti cabe merah keriting. Biasanya cabe jenis ini digunakan dengan cabe hijau besar untuk pelengkap tumisan atau membuat cabe hijau. Biasanya cabe hijau diolah dengan cara dipotong miring, kemudian dicampurkan ke dalam aneka tumisan.

Baca juga: Ciri-ciri tanaman cabai warna warni

Cabe Merah Besar

Cabe Terpedas Di Indonesia
Cabe Terpedas Di Indonesia

Jenis cabe yang paling pedas adalah cabe merah. Cabe ini termasuk dalam jenis cabe yang paling sering digunakan untuk masakan. Jenis cabe merah sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu cabe merah besar dan cabe merah keriting. Cabe merah besar memiliki ciri khas warna merah menyala dengan bentuk agak gemuk, panjang, dan dengan ujung runcing. Selain itu, merah besar biasanya dihaluskan atau diblender dan digunakan sebagai campuran sambal goreng, sambal mentah, sambal balado, dan bumbu bumbu pedas lainnya.

Cabe merah besar ini memiliki rasa yang tidak terlalu pedas, sehingga cocok untuk bahan tumisan. Namun meski tidak terlalu pedas, cabe ini sering dijadikan pelengkap sambal sehingga menghasilkan warna merah cerah yang meninggalkan kesan pedas pada cabenya. Cabe merah besar ini juga banyak mengandung air sehingga mudah busuk. Jadi, segera gunakan cabe merah besar ini jangan sampai menyimpannya terlalu lama.

Cabe Hyung

Nah, cabe jenis ini juga unik, kalau ditanam di luar habitat aslinya rasa pedasnya berkurang, habitat asli cabe hyung adalah Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Cabe hiyung dari Kalimantan disebut-sebut sebagai cabe terpedas, bahkan masuk dalam daftar 10 cabe terpedas di Indonesia. Penampilan cabe ini begitu menggoda, dengan tampilan cabe merah pada umumnya, sedikit lebih besar, permukaan halus dan mengkilat saat terkena sinar matahari. Tingkat kepedasan cabe Hiyung 17 kali lipat pedasnya cabe biasa GanSist, bagi pecinta makanan pedas, mungkin satu saja tidak cukup, Keunikan lain dari cabe ini adalah dapat bertahan 10 hari di suhu ruangan.

Baca juga: Ciri-ciri tanaman cabe yang terkenal

Cabe Merah Keriting

Jenis cabe terpedas selanjutnya adalah cabe merah keriting sesuai dengan namanya, cabe merah keriting memiliki bentuk keriting dengan warna merah cerah. Ukurannya panjang dan runcing dengan diameter lebih kecil dari cabe merah besar sama seperti cabe merah besar, rasa cabe merah keriting juga tidak terlalu pedas. Cabe merah keriting biasanya diolah dengan cara dipotong miring dan dicampurkan ke dalam berbagai tumisan. Tekstur daging cabe jenis ini cenderung padat dan bijinya menempel erat pada daging. Cabe merah keriting banyak diolah dan dijadikan pelengkap tumisan dengan cara diiris miring.

Cabe Rawit Hijau

Jenis cabe terpedas berikutnya adalah cabe rawit hijau meski berwarna hijau, cabe rawit hijau bukanlah cabe rawit yang belum matang. Namun, itu adalah jenis cabe sendiri, cabe jenis ini berukuran kecil dan berwarna hijau tua. Cabe rawit hijau akan berubah warna menjadi coklat saat dimasak. Jenis cabe rawit ini sering digunakan sebagai pelengkap gorengan atau sebagai pelengkap asinan.

Carolina Reaper

Cabe Terpedas Di Indonesia

Cabe Carolina Reaper ini menduduki singgasana cabe terpedas. Sebelum dikalahkan oleh Pepper X dan Dragon Breath. Meski begitu, Anda tetap tidak bisa meremehkan tingkat kepedasan cabe ini. Angka SHU-nya bahkan mencapai 2.200.000. Hanya sedikit bentrok dengan cabe Dragon Breath. Sama seperti cabe Pepper X, penemu Carolina Reaper adalah Simon Ed Currie.

Ia mengawinkan 9 jenis cabe yang berasal dari Asia dengan 1 cabe yang berasal dari Karibia. Hasilnya adalah cabe Carolina Reaper yang super pedas. Pedasnya sangat pedas, kamu hanya membutuhkan 1 gram cabe untuk membuat 1 botol saus cabe super pedas Carolina Reaper.

Cabe Gendot

Cabe gendot bisa dibilang merupakan jenis cabe yang paling pedas diantara jenis cabe lainnya. Warnanya hijau hingga oranye dan berukuran kecil dengan bentuk agak gemuk. Cabe gendot paling baik dimasak utuh dengan sayuran atau diiris tipis dan dicampur ke dalam tumisan. Jenis cabe asal Dieng, Wonosobo ini memiliki bentuk yang unik dengan tekstur yang renyah dan rasa pedas yang menggigit, sehingga banyak digunakan untuk pengawetan atau menumis dengan bahan masakan lainnya, seperti tahu atau irisan daging.

Cabe Katokkon

Jenis cabe terpedas selanjutnya adalah cabe katokkon. Cabe yang populer di Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini memiliki bentuk bulat seperti tomat dengan diameter sekitar 2-3 cm per buah. Cabe katokkon memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan cabe rawit. Cabe jenis ini biasanya digunakan untuk menambah cita rasa pada berbagai masakan khas Tana Toraja. Selain itu, aroma khas yang dihasilkan cabe katokkon dipercaya dapat menambah kelezatan sebuah masakan.

Cabe Jawa

Jenis cabe terpedas selanjutnya adalah cabe jawa. Yang satu ini memiliki bentuk yang unik, dan tidak ditemukan dalam masakan, tetapi dalam ramuan herbal. Disebut dengan cabe jawa, atau cabe jamu. Fungsi cabe ini lebih untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan stamina pria, menurunkan demam dalam tubuh, hingga membantu penyembuhan batu ginjal.

Rasanya sendiri masih pedas, dan beberapa orang bilang rasanya seperti cabe rawit. Untuk menyajikan cabe jawa ini, cabe harus dikeringkan terlebih dahulu. Selain itu, cabe jawa juga sering diseduh sebagai minuman, karena memberikan efek hangat pada tubuh.

Demikian ulasan pusatcabe.com tentang Jenis Cabe Terpedas di Indonesia semoga bermanfaat.

Alamat Kami

Dsn. Genting,
Ds. Rogomulyo, Kec. kaliwungu,
Kab. Semarang